“Silahkan tanda tangan disini dok, ini bingkisannya. Terima kasih!” Karin dengan ramah membantu para dokter itu mengisi buku tamu dan memberikan souvenir yang sudah disiapkan oleh Panitia. Karin hanya tinggal beres saja, ia tidak tahu apapun. “Eh, itu dr. Renata. Katanya dia baru selesai sekolah di luar negeri, ada yang bilang dia itu cinta pertama dr. Arlan.” Karin yang tadinya fokus membantu dokter mengisi buku tamu jadi teralihkan. Arlan tidak pernah cerita tentang dr. Renata bahkan Karin tidak tahu kalau cinta pertama dr. Arlan juga seorang dokter. Karin mendengar teman koasnya yang sesama panitia bergosip, mereka ditemani Residen dan perawat senior. Karin dan Silvi anak baru jadi tidak diajak. Sampailah dr. Renata yang mengisi buku tamu, wanita ini cantik, punya senyum yang lembut, anggun juga, terlihat dari cara pakaiannya yang sopan, tidak seperti Karin yang selalu ingin terlihat seksi, dr. Renata bahkan menggunakan rok sampai mata kaki. “Ini souvenirnya dokter,” ucap Ka
Read more