Seperti dugaan Karin, setelah Silvi berhasil mengendus keberadaan rumahnya, ia langsung datang berkunjung malam itu.Di tangannya, erat tergenggam satu kotak pizza berukuran besar yang aromanya langsung menusuk hidung, paduan gurih dari daging tuna premium, lelehan keju mozarella yang melimpah, irisan bawang bombay, paprika hijau, jagung manis, dan siraman saus tomat tebal di atas crust yang renyah.“Bagus Rin, apartemennya,” ucap Silvi, mencoba terdengar santai saat mendudukkan diri di sofa, meski matanya tak bisa berhenti melirik ke arah dapur.Di sana, dr. Arlan sedang sibuk, tampak begitu lihai dan telaten mengurus dapur. Pemandangan yang kontras dengan Karin yang bahkan tidak bisa melakukan hal sepele di rumah.Namun, di dalam hati Silvi, ada gejolak perbandingan yang tak kasatmata. Dibandingkan dengan apartemen yang disewa Arlan ini, apartemen mewah yang difasilitasi oleh Rion untuknya jauh lebih luas, mewah, dan berkelas.“Dokter Arlan nginep di sini?” tanya Silvi setengah berb
Read more