Jarum jam baru menunjuk ke angka lima pagi, namun Karin sudah mematung di bawah guyuran air.Ia sengaja mandi mendahului fajar, enggan berbagi ruang dan berebut toilet dengan koas dari universitas lain yang terkenal sok cantik dan centil itu, tipe wanita yang sengaja mengulur waktu berhias di kamar mandi saat koridor rumah sakit sudah mulai sibuk.Demi menghindari drama sepagi ini, Karin rela menembus rasa kantuknya, membiarkan kulitnya didera dingin yang menusuk tulang.“Brrrrr, ya ampun. .. dingin banget,” gumam Karin lirih. Kedua tangannya bertaut, menggosok lengannya sendiri dengan cemas, berusaha mengusir gigil yang terlanjur merayap ke dadanya.Rasa dingin itu seolah bukan hanya karena air, melainkan juga cerminan dari hatinya yang sedang beku oleh kelelahan.Langkah kakinya membawa Karin kembali ke ruang jaga yang sunyi.Namun, sepasang matanya langsung tertuju pada pemandangan asing di atas meja, dua kotak sarapan tertata rapi di sana.“Rin, sarapan untukmu,” cetus seorang tem
อ่านเพิ่มเติม