“Capek banget, Sayang. Aku butuh pelukan kamu,” gumam Arlan, suaranya parau menahan lelah begitu melangkah melewati pintu apartemen.Seharian ini fisiknya terkuras habis. Menjelang pernikahan mereka yang tinggal menghitung hari di minggu ini, Arlan harus berlarian kesana kemari mengurus segala detail seorang diri.Karin, calon istrinya, hanya tahu beres. Bukan karena tidak peduli, tetapi Karin benar-benar buta soal urusan domestik seperti ini.Ditambah lagi, sifat Karin yang introvert dan pemalu membuatnya enggan berinteraksi dengan orang asing, apalagi bernegosiasi soal vendor pernikahan.Karin menyerahkan seluruh kendali kepada Arlan dengan keyakinan penuh bahwa hari besar mereka akan tetap megah dan sempurna.Bahkan soal tamu undangan pun Karin bersikap acuh tak acuh.Dari sedikitnya daftar hadir, Karin hanya mengundang satu nama, Silvi!Baginya, tidak butuh dunia tahu kebahagiaannya, cukup Silvi seorang yang menyaksikan ia melepas masa lajang.“Sini, kamu tidur di pangkuanku,” uca
อ่านเพิ่มเติม