"Mas... pelan dikit mas,, i-ini dalem banget mas,, aaahh.. aaahhh.. ya ampun mas, ahh, ahh," bisik Mira di sela desahnya. "Eeemmmhh,, gak bisa pelan mir, badanmu padat banget,, rasanya aku gak bisa berhenti,," ucap Dayat di sela gerakannya yang tetap cepat dengan hentakannya yang keras. "Ahhh... ohh, mas, terus mas.. ahh, ahh, di situ mas, emmhh.. ughh, aaahhh! Lebih keras, Mas! Ahh, ahh!" desah Mira semakin keras, meremas sprei dengan kuku-kukunya sampai memutih karena tidak tahan menerima tusukan yang bertubi-tubi. "Oohh, iya, Mir? Ini udah keras belum? Hah? Emmhh!" tanya Dayat dengan suara berat, sambil terus menekan pinggul Mira dan menghantamnya tanpa ampun dari belakang. "Aaahh! Udah, Mas! Ahh, ahh, ughh, dalem banget, Mas! Terus, Mas, jangan berhenti, ahh, ahh!" sahut Mira dengan mata terpejam rapat dan dahi berkerut dalam karena kenikmatan yang memuncak. "Emmhh, jepit terus, Mir! Punya lo sempit banget, ahh!" seru Dayat dengan napas memburu, merasakan jepitan dinding
最終更新日 : 2026-05-26 続きを読む