Dayat tidak langsung menjawab. Ia justru melempar senyum tipis, lalu menatap Astrid balik dengan tatapan yang sulit ditebak. "Mbak Astrid... kamu sendiri tahu kan, Bu Clara selama ini kayak gimana ke aku?" tanya Dayat memancing. Astrid menyimak dengan serius, lalu mengangguk perlahan. "Iya, Mas. Aku tahu beliau perhatian banget sama kamu." "Nah, terus menurutmu sendiri bagaimana?" tanya Dayat lagi, menguji sejauh mana insting wanita di depannya itu. Astrid terdiam, menatap lekat-lekat wajah Dayat selama beberapa detik seolah mencari kebohongan di sana. "Jujur sih, Mas... aku enggak bisa mastiin. Lagian aku juga enggak mau nge-judge kamu yang gimana-gimana, ya." "Yaa... dikira-kira menurutmu saja, Mbak. Bagaimana?" goda Dayat lagi sambil menaik-turunkan kedua alisnya, memancing reaksi Astrid. Astrid menggigit bibir bawahnya sejenak, lalu menunjuk Dayat dengan pulpennya. "Hmmm... menurutku sih, kamu ada 'main' deh sama Bu Clara. Ya kan? Ya kan?? Mengaku saja deh, Mas!" ucap
Baca selengkapnya