Motor Dayat terparkir rapi di halaman rumah Niken yang sudah sepi. Begitu ia mengetuk pintu, Gita langsung menyambutnya dengan senyum lebar, seolah rasa takutnya tadi hilang seketika saat melihat sosok Dayat. "Masuk, Mas," ajak Gita. Di dalam, suasana rumah terasa sangat lengang. "Mas mau ngopi? Biar aku bikinin," tawar Gita setelah mereka duduk di sofa ruang tamu. "Nggak usah, Git. Baru banget tadi ngopi, ini perut masih kerasa penuh," tolak Dayat halus. Gita mengangguk, lalu mengambil posisi duduk tepat di samping Dayat. Awalnya mereka hanya mengobrol ringan sambil menonton acara TV yang suaranya sengaja dikecilkan. Namun, lama-kelamaan, jarak di antara mereka terkikis. Gita mulai menggeser duduknya hingga bahunya bersentuhan dengan Dayat, lalu perlahan ia menyandarkan kepalanya dengan manja. Dayat hanya bisa menarik napas panjang. Ini anak kalau di kosannya, udah gue sikat dari tadi. Sayangnya ini di rumah Mbak-nya sendiri, batin Dayat sambil melirik puncak kepala Gita. P
Zuletzt aktualisiert : 2026-05-06 Mehr lesen