Share

Next Job!

Author: NomNom69
last update publish date: 2026-05-07 09:25:42

Dayat tetap memasang wajah tenang, meski dalam hati ia cukup terkejut dengan ketelitian Linda. Ia memperbaiki kerah kemejanya sambil menatap Linda santai.

​"Oalah, soal itu. Gita itu adiknya temenku, Lin. Kemarin temenku itu minta tolong banget buat jemput dia pagi-pagi," jawab Dayat dengan nada yang sangat meyakinkan.

​Linda menyipitkan mata, seolah ada sesuatu yang masih mengganjal di pikirannya. "Temen? Tapi kemarin aku liat sendiri kamu baru keluar dari kamar kosnya dia, Yat. Bukan cuma d
Continue to read this book for free
Scan code to download App
Locked Chapter

Latest chapter

  • Tukang Servis Spesialis   Servis Biasa

    "Ah, si Mbak bisa aja," sahut Dayat dengan kekehan rendah yang terdengar santai. Ia melirik sekilas ke arah koridor menuju ruang tamu sebelum kembali menatap Cici. "Sudah, Mbak, sana mendingan temenin Ajeng di depan. Nanti kalau ditinggal kelamaan, dia malah ngomel-ngomel lho." Alih-alih langsung pergi, jemari lentiknya yang dingin perlahan naik, membelai lembut dagu Dayat selama satu detik penuh dengan tatapan yang sarat akan arti. Setelah memberikan kerlingan manja terakhirnya, Cici akhirnya membalikkan badan. Daster putih tipisnya melambai ringan seiring langkah kakinya yang anggun meninggalkan dapur untuk menghampiri Ajeng yang sudah menanti di ruang tamu.Begitu Cici tak lagi terlihat, Dayat mengembuskan napas panjang, mengusir ketegangan yang sempat mengunci dadanya. Ia segera berjongkok di depan kolong tempat cuci piring. Jemarinya yang cekatan mulai bergerak memeriksa badan mesin sanyo hitam yang terasa dingin. Dengan saksama, Dayat memutar kipas bagian belakang mesin menggun

  • Tukang Servis Spesialis   Godaan Menantang

    "Ealah, Jeng, namanya juga di rumah sendiri," sahut Cici dengan suara yang sengaja dilembutkan. Ia membuka pintu rumahnya lebih lebar. "Ayo, Mas Dayat, Ajeng, masuk dulu ke dalam. Enggak enak ngobrol di teras malam-malam begini."Ajeng mendengus pelan, namun tetap melangkah masuk mendahului Dayat setelah melepaskan telapak tangannya dari mata pria itu. Mereka berdua kemudian mendudukkan diri di atas sebuah sofa busa usang yang terletak di ruang tamu."Kalian duduk dulu ya. Mbak buatkan teh hangat sebentar di belakang," ucap Cici sebelum membalikkan badannya dan melangkah menuju dapur dengan pinggul yang sengaja diayun lembut.Begitu sosok Cici menghilang di balik tirai pembatas ruangan, Ajeng langsung menggeser duduknya hingga benar-benar merapat ke sisi Dayat. Ia mencengkeram lengan Dayat dan berbisik dengan nada yang sangat tajam, "Awas aja ya kamu, Mas! Mata itu dijaga, jangan sampai jelalatan ngeliatin Mbak Cici terus!"Dayat menahan tawanya agar tidak pecah, mencoba mengontrol de

  • Tukang Servis Spesialis   Godaan Nyata Depan Pintu

    Di dalam kamar Ajeng yang bernuansa sederhana, aroma harum sabun mandi masih menguar dari tubuh Dayat. Pria itu baru saja selesai mengeringkan rambutnya dengan handuk kecil dan sedang mengancingkan kemeja santai yang diberikan Clara tempo hari. Cklek... Pintu kamar terbuka sedikit, lalu sosok Ajeng menyembul dari balik pintu sebelum akhirnya melangkah masuk. Ia membawa aroma wangi minyak wangi melati yang lembut, tampaknya juga sudah bersiap-siap dengan pakaian rapi. "Mas Dayat," panggil Ajeng, melangkah mendekat sambil memperhatikan Dayat yang sedang merapikan kerah kemejanya di depan cermin. "Iya, Jeng? Kenapa?" tanya Dayat tanpa menoleh, pandangannya masih tertuju pada pantulan dirinya di cermin. "Nanti habis ini kita makan malam dulu di meja makan sama Ibu, ya. Baru habis itu kita langsung jalan ke rumah Mbak Cici," ucap Ajeng memberi tahu rencana m

  • Tukang Servis Spesialis   Peringatan Kecil

    "Iya, Jeng, itu benar semua. Karena kamu di kota, jadi kamu enggak dengar beritanya," sahut Nindi mantap, meyakinkan Ajeng yang masih syok. Nindi mengelus dadanya sendiri sambil mengembuskan napas lega. "Aku malah bersyukur banget suamiku kerjanya di kota. Jadi ke sini cuma sebulan sekali, itu pun paling lama tiga hari sampai seminggu. Jadi aman dari radar dia. Pokoknya, aku wanti-wanti ya, kamu harus hati-hati banget! Kalau enggak, mas gantengmu ini nanti bakal digodain habis-habisan sama Mbak Cici." Mendengar penuturan panjang lebar dari sahabatnya, penyesalan langsung tergambar jelas di wajah Ajeng. Ia menepuk jidatnya pelan. "Duh... nyesel juga aku tadi pakai nawarin Mas Dayat benerin sanyonya," gumam Ajeng lemas. Ajeng kemudian memutar tubuhnya, melirik tajam sekaligus cemas ke arah Dayat. Merasa ditatap intens, Dayat balas menatap Ajeng dengan sebelah alis terangkat,

  • Tukang Servis Spesialis   Awal Dari Godaan

    "Iya nih, Mbak. Aku baru pulang tadi siang sampai sini," jawab Ajeng ramah sembari mengulurkan tangan, menyalami Cici dengan begitu akrab. Matanya kemudian melirik ke arah ember yang dibawa Cici. "Mbak Cici sendiri habis dari mana?"Cici membetulkan lilitan kain jarit di dadanya yang agak melonggar sebelum menjawab. "Ini lho, Mbak habis dari sungai, mandi sekalian nyuci baju sedikit."Ajeng mengernyitkan dahinya, tampak agak heran. "Lho, kenapa mandi di sungai, Mbak? Tumben banget, biasanya kan di kamar mandi rumah."Cici langsung menghela napas panjang dengan raut wajah lelah. "Duh, Jeng... itu lho, mesin sanyo di rumah mati sudah tiga hari ini. Belum sempat panggil tukang servisan dari pasar, makanya terpaksa mandinya numpang ke sungai dulu.""Oh... begitu," Ajeng mangut-mangut paham.Lensa mata Cici kemudian bergeser, melewati pundak Ajeng dan langsung tertuju pada sosok Dayat yang sejak tadi memperhatikan mereka dari dalam gubuk. Senyum penasaran terukir di wajah Cici."Eh, Jeng..

  • Tukang Servis Spesialis   Masa Kecil

    "Nindi!! Ngagetin tahu enggak?!" teriak Ajeng spontan, ekspresi terkejutnya langsung berubah menjadi tawa kesal yang renyah.Ajeng dengan cepat melepaskan pelukannya dari lengan Dayat, lalu bangkit berdiri dan melangkah lebar menghampiri wanita berpayung itu. Ternyata sosok tersebut adalah Nindi, sahabat kecilnya sejak zaman main lumpur di sawah dulu.Nindi menurunkan payungnya, matanya langsung melirik genit ke arah Dayat yang masih duduk di atas kasur busa dengan wajah yang perlahan kembali normal setelah sempat jantungan."Hehe, lagian pintu ditutup rapat banget sore-sore begini," goda Nindi sambil menyenggol bahu Ajeng dengan sikunya. Ia berbisik, tapi suaranya cukup terdengar. "Jeng, itu siapa? Ganteng banget, bagi-bagi dong."Ajeng langsung menoleh ke arah Dayat, lalu kembali menatap Nindi. Dengan dagu yang sengaja diangkat dan senyuman super lebar yang tampak begitu menyombongkan diri, Ajeng menjawab dengan nada bangga."Kenalin, ini Mas Dayat. Pacar aku dari kota!" ucap Ajeng

  • Tukang Servis Spesialis   Tamu Tak Diundang

    "Aku rekam buat koleksi aku sendiri kok," ucap Clara santai, seolah merekam aksi panas mereka adalah hal yang lumrah baginya. Dayat mendengus, wajahnya masih menunjukkan sisa kepanikan. "Yaelah Tan, kalau ketahuan Pak Handoko mati aku..." "Ya enggak lah! Kamu tenang

  • Tukang Servis Spesialis   Ide Gila Sang Betina

    "Tan..." bisik Dayat dengan suara yang sudah serak parah. Gejolak di perut bawahnya benar-benar seperti lahar yang mau meledak, efek kopi spesial dari Clara benar-benar membuat kesadarannya menipis. Clara hanya tersenyum penuh kemenangan melihat wajah Dayat yang sudah haus akan bel

  • Tukang Servis Spesialis   Efek Kopi Yang Tak Biasa

    Dayat berdehem pelan, mencoba menetralkan degup jantungnya yang mulai tidak karuan melihat wujud Clara dalam balutan daster transparan itu. "Ehemm... Tan, tanpa mengurangi rasa hormat dan mengacuhkan pemandangan yang indah ini, izinkan saya untuk fokus sejenak ke *project* ini," uc

  • Tukang Servis Spesialis   Godaan Satin Menerawang

    Dayat berdiri di depan cermin kontrakannya yang agak buram, kancing kemejanya dirapikan dengan tangan yang masih sedikit gemetar. Setelah mengisi paket data di konter tadi, HP-nya langsung meledak dengan puluhan notifikasi masuk—hampir semuanya dari Tante Clara. ​"Duhh, perasaan g

More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status