"Permisi, Tan," ucap Dayat melangkah masuk ke dalam rumah Clara. Pintunya memang dibiarkan terbuka, seolah-olah sang pemilik rumah sudah tahu persis siapa yang akan datang. Dayat melihat Clara sedang duduk santai di ruang tamu, tampak elegan seperti biasanya. "Eh, Yat! Masuk sini, Yat," ucap Clara sambil melambaikan tangan, menyuruhnya mendekat. "Gimana, Tan?" tanya Dayat yang kemudian menjatuhkan tubuhnya di atas sofa, sedikit heran karena tidak melihat ada alamat yang tergeletak di meja. Bukannya memberikan kertas alamat, Clara malah meraih sebuah bungkusan di sampingnya. "Nih... kamu ganti dulu pakai kemeja ini. Jangan pakai kemeja dekil gitu... ahh kamu tuh gimana sih," ucap Clara dengan nada mengomel tapi perhatian. Ia menyerahkan sebuah kemeja yang masih baru, bahannya terasa premium dan terlihat sangat bagus. "Wah, buat saya ini, Tan?" tanya Dayat dengan mata berbinar. Ia meraba bahan kemeja itu yang jauh lebih berkelas dibanding baju-baju yang ada di lemari kontrakannya.
Zuletzt aktualisiert : 2026-04-29 Mehr lesen