Mendengar kalimat Liora yang lagi-lagi membahas tentang pasar dan pekerjaan buruhnya, wajah Alistair yang semula pucat dan disayukan seketika berubah mengeras karena kesal.Sandiwara lemas yang ia bangun dengan susah payah sejak membuka mata mendadak menguap tanpa bekas, digantikan oleh kilat amarah tirani yang kembali menyala-nyala di sepasang mata abu-abunya.Dengan sentakan aksi yang kasar, Alistair menyambar pergelangan tangan Liora yang hendak berbalik meninggalkan sisi ranjang. Kekuatan militernya kembali dalam sekejap, memaksa wanita itu untuk tetap berdiri di tempatnya dengan sentakan yang cukup kuat."Kau tidak akan pergi ke mana pun hari ini, Liora!" geram Alistair, napasnya menderu pendek, masih menyisakan hawa panas akibat demam tinggi yang belum sepenuhnya turun dari tubuh besarnya.Liora terkesiap, namun ia menolak untuk terlihat gentar. "Lepaskan tanganmu, Alistair! Kau baru saja pingsan semalam, jangan mulai mencari keributan lagi!""Aku tidak sedang mencari keributan,
続きを読む