“Om Arsenioooooo!”Suara itu melengking riang, memecah suasana ruang rawat yang sejak tadi cenderung tenang. Hagia yang tengah duduk di kursi, sedikit membungkuk sambil menatap layar ponselnya, langsung menoleh cepat.Di ambang pintu ruang rawat, berdiri rombongan yang begitu familiar. Arsenio dengan ekspresi hebohnya, Risa yang tersenyum lebar, Kaluna yang melambaikan tangan kecil, dan Sinta yang berdiri sedikit di belakang, ikut tersenyum melihat reaksi Ranu.“Idih, Om Arsenio aja yang dipanggil, nih?” protes Kaluna pura-pura kesal, tangan disilangkan di depan dada. “Tante Kaluna, nggak?”Ranu yang duduk di ranjang, dengan tangan yang masih di-gips, langsung mengalihkan pandangannya. Wajahnya sedikit merona, senyum kecil muncul, tampak malu-malu.“Tante Kaluna… halo,” sapanya pelan, suaranya jauh lebih kecil dibandingkan teriakannya tadi.Kaluna langsung melembut. “Aduh, gemes banget sih,” gumamnya, mendekat sedikit.Sementara itu, Risa melangkah lebih dulu masuk, mendekati Hagia ya
Last Updated : 2026-05-01 Read more