“By the way, Pak Megan ini totalitas banget ya, Mbak?”Suara Arsenio mendadak memecah konsentrasi ruangan. Jemarinya berhenti mengetik, tubuhnya bersandar ke kursi sambil memutar sedikit laptop ke samping.Kalimat itu seketika menarik perhatian semua orang yang sejak tadi tenggelam di depan layar masing-masing.“Kenapa gitu, Sen?” sahut Risa dari meja seberang, matanya masih terpaku pada spreadsheet.“Agak syok aja, sebenarnya.” Arsenio mengangkat bahu. “Pak Kafka aja jarang banget ngintilin kita kalau ketemu klien atau site visit. Lah, ini tadi Pak Megan langsung nyeletuk mau ikut.”Kaluna mendengus pelan. “Ya karena proyeknya gede, kali. Astu Group bukan klien kecil, Mas.”“Iya, sih.” Arsenio mengangguk-angguk. “Tapi tetap aja… kita nggak bisa bolos kerja dong nanti kalau ditungguin sama bos sendiri.”“Makanya jangan kebiasaan bolos, Sen. Giliran nggak bisa bolos mampus nggak, tuh?” timpal Risa santai.“Ngaca, Mbak, ngacaaaaa!” Arsenio mendecak sembari memutar matanya, lalu menoleh
Last Updated : 2026-05-07 Read more