"Leo, jika kau sudah selesai dengan urusan mendesakmu, sebaiknya kau cepat pergi dari rumahku," ujar Edward, suaranya sedingin es dan tatapannya menatap sinis, seolah ingin mengusir temannya itu dalam hitungan detik. Leo hanya tertawa lepas, sama sekali tidak merasa terancam. Ia mengangkat kedua tangannya dengan santai lalu melambaikan tangannya pada Edward. "Baiklah, baiklah. Aku tahu kapan harus pergi sebelum pemilik rumah ini benar-benar berubah menjadi monster. Sampai jumpa di kantor, Ed. Dan kau, Kevin... nikmati malammu." Pintu depan mansion akhirnya tertutup, meninggalkan keheningan yang mendadak menyelimuti Edward dan Marlina. Marlina menghela napas panjang, ia berbalik dengan langkah yang mulai goyah akibat pengaruh alkohol yang menguasai kesadarannya. Hari sudah mulai larut, dan kepalanya terasa semakin pening. "Aku mau kembali ke kamarku, Ed. Tugasku sudah selesai untuk malam ini," gumam Marlina, membalikkan badannya tanpa menyadari bahwa Edward, yang sama-sama sudah ter
더 보기