Aluna keluar dari kamarnya sambil menggeret koper. Nindi yang kebetulan keluar dari kamar untuk mengambil minum langsung terhenyak. Begitu juga Fiona yang baru saja masuk dari luar setelah berjemur. "Mau kemana kamu, Aluna?" Tanya Fiona keheranan. "Pergi, ma." "Kemana?" Aluna menatap getir mertuanya. "Pindah ke apartement." "Loh, kenapa?" Nindi yang mendengar itu langsung menghentikan langkahnya. Begitu juga dengan Arkan yang baru saja keluar dari kamar. "Nggak apa-apa, ma. Aku cuma mau pindah aja. Maafkan aku yang selama ini menjadi menantu mama yang tidak berguna, yang nggak bisa mama banggakan. Tolong jaga kesehatan mama selama aku pergi." Ucapnya pahit. Fiona terdiam mendengar ucapan menantunya. Sementara, Arkan langsung memburu istrinya. "Hey, sayang.. kenapa kamu jadi mengucapkan kalimat perpisahan? Kamu hanya pindah sementara.." Arkan menahan
Read more