Setibanya di pekarangan rumahnya, Sean mentap sang istri yang masih sesenggukan di sampingnya. "Kenapa sih nangis begitu, bikin Mas khawatir tau nggak." ucap Sean.Fara melirik ke arah suaminya sekilas, lalu membuang pandangannya ke sembarang arah lagi. "Hey, kenapa malingin wajahnya dari Mas?" bingung Sean.Oke, Ardi faham Bos serta nyonya-nya butuh tempat untuk mengobrol, Aspri dari Sean itu memilih turun dari mobil, suapaya Tuan dan nyonya-nya bisa mengobrol terlebih dahulu."Ada apa, hmm?" tanya Sean sambil mengusak surai istrinya pelan."Kalau aku nggak Hamil, apa kita bisa sampai pada titik ini sekarang?" ucap Fara jujur. entah mengapa perasaannya tiba-tiba tidak enak, seperti ada sesuatu yang akan terjadi kedepannya."Kenapa sayangnya aku bilang begitu, hmm?" kaget Sean, "Mau ada atau tidak adanya anak kita dirahim kamu, Mas akan tetap mencari dan membawa Kamu ke dalam pelukan Mas lagi." tegas Sean. Entah mengapa lagi-lagi perkataan serta jawaban dari Suaminya terasa sangat ti
Last Updated : 2026-05-17 Read more