Home / Romansa / Bos, I'm Pregnant! / BAB 40 - Baby Moon

Share

BAB 40 - Baby Moon

Author: Isrrinya JENO
last update publish date: 2026-05-19 10:03:11

Matahari bahkan belum benar-benar terbit tinggi ketika suara ribut sudah memenuhi rumah megah keluarga kecil Sean Narendra. Sejak pagi, suasana di lantai dua kediaman mereka sudah seperti medan perang kecil.

“Mas Sean! Ini koper siapa yang masih kosong?” suara Fara terdengar dari walk in closet mereka.

Sean yang baru saja masuk ke kamar dengan segelas jus alpukat di tangan hanya menaikkan sebelah alis. “Koper kita.”

Fara menatap suaminya seolah mendengar sesuatu yang sangat mustahil. “Kita b
Continue to read this book for free
Scan code to download App
Locked Chapter
Comments (19)
goodnovel comment avatar
ganispgr57
tenang aja Fara suami mu itu uang nya unlimited
goodnovel comment avatar
gumara
olang laya mah bebas gak pake baju juga gak apa ............
goodnovel comment avatar
gumara
wah sampe ke bali bella kejar parah nih cewek yg ada rugi sendiri
VIEW ALL COMMENTS

Latest chapter

  • Bos, I'm Pregnant!   BAB 136 - Nightmare

    "MASSS!!!" Kalimat itu meluncur begitu saja dari bibir Fara, disusul oleh hantaman kegelapan yang pekat. Tubuhnya terkulai lemas, seolah seluruh tulang di tubuhnya mendadak lenyap tak bersisa. Jeritan tertahan sempat lolos dari tenggorokan Mama Sarah dan Sella, sementara Alex langsung bergerak sigap menahan tubuh iparnya sebelum membentur lantai. Suasana di ruang persemayaman mendadak riuh oleh kepanikan yang teramat sangat. Isak tangis, suara panggilan panik, dan debaran jantung yang berlomba-lomba mencetak rekor ketakutan memenuhi udara. BRUG... "Fara... Hei, Fara... Bangun, Sayang. Kamu kenapa?" Sebuah suara bariton yang amat familier, hangat, dan sangat ia rindukan menerobos masuk ke dalam kesadaran Fara. Ada tepukan pelan namun konstan di pipinya, dibarengi dekapan kuat yang mengguncang tubuhnya secara perlahan. Fara mengerjap-ngerjap cepat, silau lampu kamar utama langsung menyergap retinanya. Tidak ada Mama Sarah, tdak ada Sella yang panik. tidak ada Alex, tidak

  • Bos, I'm Pregnant!   BAB 135 - MAS!

    Udara dingin di ruang persemayaman terasa menusuk tulang, seolah ikut meresapi kedukaan yang teramat dalam bagi siapa saja yang menginjakkan kaki di sana. Setibanya Sean di rumah duka, seluruh kerabat bak dari keluarga Narendra sendiri maupun keluarga besar, sanak, saudara dan sahabat dari Sean sudah berkumpul membentuk lingkaran sunyi yang penuh dengan keheningan mencekam. Tangis pedih dari seluruh keluarga tumpah ruah di depan mendiang Sean, meratapi kepergian pria yang dikenal tegas dan penuh kasih itu terlalu cepat dari waktu yang seharusnya. Fara tetap setia di samping peti sang suami, menatap lekat kearah pria itu dengan seksama. Tidak ada air mata yang menetes di pipinya saat itu, bukan karena ia tidak sedih, melainkan karena ia ingin merekam setiap detail terakhir dari sosok yang paling ia cintai di dunia ini. Melihat setiap inchi pahatan indah wajah prianya, garis rahang yang tegas, bulu mata lentik yang kini tertutup selamanya, menyimpannya rapat-rapat di memori palin

  • Bos, I'm Pregnant!   BAB 134 - Titik Nadir

    Setelah mendapatkan kabar buruk melalui telepon beberapa menit yang lalu. Fara, Mama Sarah dan juga Sella langsung menuju ke rumah sakit yang disebutkan oleh Polisi sebelumnya. Sampainya di sana ternyata Papa Narendra dan juga Alex sudah berada di sana, kedua pria itu terduduk lemas di salah satu kursi tepat di depan ruang jenazah. Rasanya kaki Fara sudah tidak bisa berdiri lagi, namun sebisa mungkin wanita itu menguatkan diri. Putra mereka, Sefan. tak berhenti menangis sejak di rumah sampai sekarang. Melihat Kedatangan para wanita Alex langsung berdiri dari duduknya, tangannya langsung mengambil balita mungil itu dari gendongan Fara dan memeluk sang istri, Sella, untuk menenangkannya. "Kak Sean," cicit Sella pelan, wanita hamil itu tidak pernah sekalipun membayangkan kakak kandungnya akan pergi di usia mudanya, dengan meninggalkan istri dan anak yang masih balita. "Ikhlaskan, Kak Sean." bisik Alex mencoba menenangkan istrinya. Papa Narendra menuntun istrinya dan juga sa

  • Bos, I'm Pregnant!   BAB 133 - APA?!

    Suasana di rumah kecil itu mendadak terasa begitu menyesakkan. Hari-hari yang terus berjalan begitu sepi, setelah rahasia audit keuangan itu terbongkar tidak lantas membawa ketenangan, melainkan berubah menjadi masa paling kelam dalam usia pernikahan Fara dan Sean yang kini telah menginjak tahun pertama. Malam-malam di meja makan yang biasanya diwarnai gelak tawa kecil atau sekadar percintaan sederhana, kini menyisakan keheningan yang membekukan darah. Kursi di sebelah Fara kosong melompong. Sean Narendra, lelaki yang menjadi imam sekaligus tumpuan hidupnya, benar-benar tidak pulang ke rumah selama hampir lima hari penuh. Lima hari tanpa kabar, Lima hari tanpa jejak. Di tengah kesendiriannya, Fara sering kali merasa tidak lagi dibutuhkan di sana. Perasaan hampa itu merayap pelan, menggerogoti kewarasannya setiap kali ia menatap sudut-sudut ruangan yang menyimpan bayangan suaminya. Namun, di lubuk hatinya yang paling dalam, sisa-sisa cinta dan pengertian itu masih berakar kua

  • Bos, I'm Pregnant!   BAB 132 - Di Balik Senyapnya Suami

    Alex menatap layar ponselnya yang terus bergetar menampilkan nama Sella, istrinya. Dengan perasaan berkecamuk. Ia menarik napas dalam-dalam, mencoba menetralisir detak jantungnya yang bergemuruh sebelum akhirnya menggeser ikon hijau dan menempelkan benda pipih itu ke telinganya."Halo, Sayang..." ucap Alex dengan nada yang berusaha ia buat senormal mungkin."Kak Alex! Kemana aja sih? Kenapa aku telepon bolak-balik baru diangkat? Aku chat pun cuma dibaca aja nggak dijawab?" amuk Sella setelah panggilan teleponnya tersambung kepada suaminya. "Jujur, jangan ada yang disembunyiin apapun soal Kak Sean? Kak, Aku nggak suka kalau ada kebohongan sedikitpun." cecar Sella tanpa jeda dari seberang sana. Nada suaranya menyiratkan kepanikan yang kentara, khas seorang ibu hamil yang emosinya sedang sensitif-sensitifnya.Alex memejamkan matanya sejenak, mencari sudut yang agak sepi di koridor kantor lantai atas. "Sella, Sayang. Dengar suara Kakak baik-baik, ya. Tarik napas dulu. Jangan langsung sy

  • Bos, I'm Pregnant!   BAB 131 - Satu Pertanyaan, Seribu Beban

    Tidak bisa angis Fara kembali pecah, saat mengigat kembali diamnya Sean akhir-akhir ini. Wanita itu terduduk lemas di pinggiran tempat tidur, membiarkan air matanya tumpah tanpa tertahan lagi. Bahunya bergetar hebat seiring isakannya yang lolos begitu saja. Di hadapannya, Sefan yang tengah tiduran diatas ranjang kedua orang tuanya, terpaku menatap ke arah Mama. Bocah polos itu menjadi saksi bisu bagaimana mamanya lagi-lagi menumpahkan segala lara, menatap bingung dengan mata bulatnya yang berbinar air mata, seolah ikut merasakan pedih yang menyayat hati sang ibu. Setelah cukup puas menangis dan napasnya mulai sedikit teratur, Fara menyambar ponselnya yang tergeletak di atas meja nakas. Jemarinya yang masih bergetar membuka aplikasi pesan, lalu mengetikkan sebuah pertanyaan untuk adik iparnya. * “Sela, bolehkah Kakak tanya soal Mas Ean? Di kantor sedang ada kesibukan apa ya?” * Pesan teks itu, terkirim. Bukannya membalas lewat teks seperti dirinya, ponsel Fara mendadak berde

  • Bos, I'm Pregnant!   BAB 5 - Selamat Tinggal Fara

    "Aku sudah siapkan sarapan buat kamu," suara bariton itu terdengar dari arah meja makan minimalis yang terletak di tengah ruangan. Sean berdiri di sana, masih dengan aura penguasa meski hanya mengenakan kemeja yang lengannya digulung hingga siku. Ia tampak tenang, kontras dengan kegelisahan yang m

  • Bos, I'm Pregnant!   BAB 4 - Rahasia

    Jemari Fara gemetar hebat saat menekan tombol *Pasecode* pintu apartemen mewah Sean. Sekali gagal, dua kali gagal, hingga pada percobaan ketiga, tangannya terasa kaku seperti es. Dingin yang menjalar dari ujung kuku hingga ke hatinya membuat koordinasi motoriknya kacau. Belum sempat ia menekan di

  • Bos, I'm Pregnant!   BAB 3 - Keputusan

    "Hasil lab?" Sean mengulang pertanyaan itu dengan nada yang lebih rendah, namun terasa jauh lebih mengintimidasi. Matanya yang tajam seolah mampu menguliti setiap lapisan kebohongan yang coba Fara bangun. "Fara, kamu tadi dari rumah sakit. Kenapa harus ada pemeriksaan lab kalau alasannya hanya asa

  • Bos, I'm Pregnant!   BAB 2 - Pening

    Bella, tunangan Sean. Dia akan kembali. Tentu saja, dua tahun sudah berjalan dan kontrak mereka akan segera berakhir. Tapi bagaimana dengan anak ini? Lampu ruang rapat yang terang benderang terasa sangat dingin. Di depannya, Sean sedang mempresentasikan proyek bernilai miliaran rupiah dengan keten

More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status