Sean duduk didalam Jet pribadi miliknya dengan tenang, netranya menatap gedung-gedung pencakar langit negeri gajah putih itu dengan seksama. Sean mengajak asprinya, Ardi, duduk berhadapan di dalam jet mewah ini. Pria itu tak mau pandang bulu lagi, siapa orang yang setia di saat terpuruknya, dia lah orang yang paling Sean percayai untuk tempat mencurahkan segala lukanya. Helaan nafas panjang keluar dari bibir Sean sebelum pria itu berkata, "Di, Nyonyamu pernah berkata kepada saya, '𝘗𝘢𝘬 𝘚𝘦𝘢𝘯, 𝘫𝘪𝘬𝘢 𝘴𝘶𝘢𝘵𝘶 𝘴𝘢𝘢𝘵 𝘴𝘢𝘺𝘢 𝘭𝘦𝘭𝘢𝘩. 𝘚𝘢𝘺𝘢 𝘪𝘯𝘨𝘪𝘯 𝘣𝘢𝘯𝘨𝘶𝘯 𝘥𝘪 𝘵𝘦𝘮𝘱𝘢𝘵 𝘥𝘪 𝘮𝘢𝘯𝘢 𝘣𝘢𝘶 𝘱𝘦𝘳𝘵𝘢𝘮𝘢 𝘺𝘢𝘯𝘨 𝘬𝘶𝘩𝘪𝘳𝘶𝘱 𝘢𝘥𝘢𝘭𝘢𝘩 𝘦𝘮𝘣𝘶𝘯 𝘥𝘢𝘯 𝘸𝘢𝘯𝘨𝘪𝘩 𝘱𝘶𝘤𝘶𝘬 𝘥𝘢𝘶𝘯 𝘵𝘦𝘩, 𝘣𝘶𝘬𝘢𝘯 𝘢𝘴𝘢𝘱 𝘬𝘯𝘢𝘭𝘱𝘰𝘵.' Saat itu saya hanya tertawa, karena saya pikir itu hanya bualan romantis seorang sekretaris yang butuh liburan, Di." "Saya akan mencoba menghubungi relasi kita di Bangkok, Pak. Mungkin mereka bisa memantau imigrasi lebi
Last Updated : 2026-04-27 Read more