Udara dingin Puncak Bogor sore itu terasa menusuk hingga ke tulang, namun tak sebanding dengan rasa beku yang menghantam dada Karina.Di sebuah kediaman megah bergaya kolonial, Dewi berdiri di balkon lantai dua. Ia menyesap teh mahalnya sambil tertawa renyah ke arah ponsel, sibuk memamerkan rencana pernikahan megah putranya, Ferdi, dengan Dela-anak seorang pengusaha tambang kelas kakap.Tawa itu terhenti seketika saat sebuah taksi kuning berhenti di depan gerbang besi setinggi tiga meter. Dari kejauhan, Dewi melihat sosok yang sangat ia kenal.Karina?Wajah cantik itu kini kuyu, kontras dengan kemewahan lingkungan sekitar. Dewi segera menutup telepon, wajahnya berubah masam. Ia melangkah cepat menuju teras bawah, diikuti Viona yang tampak sama sinisnya.Di depan gerbang, Karina tampak memohon pada Pak Bagus, kepala keamanan rumah. "Pak, saya cuma mau bicara sebentar sama Mas Ferdi. Tolong buka gerbangnya, Pak," isak Karina, jemarinya mencengkeram jeruji besi."Maaf, Mbak Karina. Perin
Last Updated : 2026-09-02 Read more