Ujung pedang Shen Mo tidak bergeser sedikit pun. Tatapannya terkunci pada Shen Yuze, dingin tanpa riak, seolah yang berdiri di hadapannya bukan adiknya sendiri. “Di antara mereka semua,” ucapnya pelan, “hanya satu yang bisa melangkah ke hadapan kaisar tanpa dicurigai.” Tidak ada yang bergerak. Wei Kang masih berdiri di depan Yuze, bahunya tegang, siap menahan serangan yang mungkin terjadi. “Shan Liang dan Yu Hao adalah bayanganku. Mereka tidak punya alasan untuk dipanggil ke dalam istana dalam. Wei Kang…” Shen Mo berhenti sejenak, matanya melirik sekilas, “…bahkan tidak akan diberi kesempatan untuk berbicara.” Lalu kembali pada Yuze. “Jadi yang tersisa hanya kau.” Yuze tidak langsung menjawab. Tatapannya bertemu dengan Shen Mo, tidak menghindar, meskipun napasnya sedikit tertahan. “Aku tidak pernah—” “Kau pernah.” Shen Mo memotongnya t
Read more