“Apa ?” tanya Shen Mo pelan, jelas tidak percaya dengan apa yang didengarnya. Alisnya berkerut dalam, tatapannya menelusuri wajah Xiwu seolah mencari celah kebohongan, atau kegilaan. Namun, Shen Mo tidak menemukannya. Xiwu tertawa lagi. Kali ini lebih pelan. Lebih pahit. Air matanya jatuh tanpa ia coba untuk seka. Bibirnya bergetar, tetapi ia tidak berusaha menahannya lagi. “Aku tidak akan menyalahkanmu karena tidak percaya,” ucapnya lirih. “Siapa yang bisa percaya dengan ucapanku?” Ia menarik napas pendek, suaranya nyaris hilang di akhir kalimat. “Aku sudah mati lalu kembali ke masa lalu untuk memperbaiki segalanya" Tiba-tiba di antara tangisnya, Xiwu tertawa pelan, matanya menatap Shen Mo. "Tenang saja,” lanjutnya pelan, “aku pun tidak akan percaya.” Ia kembali menunduk untuk sekedar menarik napas. Tatapannya kembali naik, bertemu langsung dengan Shen Mo. “Kau t
Read more