Matahari sudah sepenuhnya tenggelam digantikan pekatnya malam ketika deru mesin motor sport Kak Gavin membelah kesunyian jalanan.Motor hitam besar itu berhenti perlahan di depan gerbang utama mansion keluarga. Kak Gavin turun lebih dulu, lalu dengan sigap mengulurkan tangannya untuk membantuku turun, memastikan kaki kananku yang baru sembuh mendarat dengan aman. Di lenganku yang lain, aku mendekap erat boneka beruang pemberiannya."Makasih banyak buat hari ini ya, Kak.," ucapku tulus sambil menyerahkan helmnya.Kak Gavin menerimanya, namun alih-alih langsung menaruh helm itu di motor, ia menatapku cukup lama. Senyum usil yang sedari tadi menghiasi wajahnya perlahan memudar, digantikan oleh sorot mata yang tiba-tiba melembut dan dalam. Tangannya terulur, merapikan anak rambut yang tertiup angin di pelipisku."Sama-sama, Tuan Putri," ucapnya pelan.Sebelum aku sempat bereaksi, Kak Gavin sedikit menundukkan wajahnya. Bibirnya menyentuh bibirku dengan lembut namun pasti. Hanya
Huling Na-update : 2026-10-12 Magbasa pa