Keheningan menyelimuti kamar itu. Aku menunduk, berusaha menyembunyikan kegelisahan yang masih tersisa setelah mimpi buruk yang kualami.Pertanyaan Kak Gavin terdengar lembut, tetapi entah mengapa terasa begitu sulit untuk kujawab. Aku menatap matanya yang dipenuhi perhatian.Tidak ada tuduhan ataupun desakan di sana.Hanya kekhawatiran tulus dari seseorang yang ingin memahami apa yang sedang terjadi padaku. Genggaman tangannya pada jemariku tetap hangat, berbanding terbalik dengan telapak tanganku yang terasa dingin. “A-aku cuma mimpi buruk aja, kok, Kak,” jawabku pelan, berusaha terdengar tenang.“Mungkin karena kemarin aku kecapekan, jadi tidurnya nggak nyenyak dan kepikiran macam-macam. Nggak usah dipikirin, ya.” Kak Gavin memperhatikanku selama beberapa saat.Sepertinya ia masih menyadari ada sesuatu yang menggangguku, tetapi ia tidak memaksaku untuk bercerita. Ia hanya mengembuskan napas perlahan, kemudian mengusap puncak kepalaku dengan lembut. “Ya udah kalau memang cuma
Last Updated : 2026-10-22 Read more