Sejak percakapan dengan Bunda berakhir semalam, pikiranku tidak pernah benar-benar tenang. Aku terus mengingat keputusan Bunda. Mulai hari ini, Mas Tian yang akan mengantar dan menjemputku ke kampus. Aku juga terus memikirkan Mas Noah. Tatapannya saat mendengar keputusan itu masih terbayang jelas. Pagi harinya, aku turun ke ruang makan dengan langkah pelan. Mas Noah sudah berada di sana. Di hadapannya terdapat beberapa katalog undangan, contoh kain, dan daftar nama tamu. Sepertinya ia sedang mempersiapkan pernikahannya bersama Kak Mira. Begitu melihatku, Mas Noah mengangkat wajah. “Pagi, Ran.” “Pagi, Mas.” Aku memilih duduk di kursi yang berseberangan dengannya. Biasanya aku akan duduk di samping Mas Noah.Namun sekarang, aku sengaja menjaga jarak. Mas Noah tidak mengatakan apa-apa.Ia hanya kembali melihat katalog yang ada di hadapannya. Handphone-nya bergetar. Nama Kak Mira muncul di layar. Mas Noah langsung mengangkatnya. “Iya, Mira. Aku sedang melihat contoh undang
Last Updated : 2026-07-24 Read more