Mall sore itu cukup ramai.Begitu turun dari mobil, aku langsung berjalan cepat menuju deretan toko elektronik di lantai dua sambil melihat daftar barang di handphoneku.Mas Tian mengikuti beberapa langkah di belakang dengan ekspresi datar khasnya.Aku sempat menoleh sambil tersenyum kecil.“Mas nggak keberatan, kan?”“Kalau keberatan, tadi aku sudah pulang.”Jawabannya singkat, tetapi cukup membuatku menahan senyum.Kami masuk ke toko pertama.Aku mencoba beberapa headphone monitor satu per satu, mendengarkan perbedaan suara dari masing-masing merek.Mas Tian berdiri di dekat rak sambil melipat tangan di dada, jelas terlihat tidak mengerti kenapa seseorang bisa menghabiskan waktu begitu lama hanya untuk memilih headphone.“Kamu sudah pakai yang kelima,” komentarnya akhirnya.“Aku harus dengar detail bass nya.”“Menurutku bunyinya sama.”Aku langsung menatapnya tidak percaya.“Mas Tian, itu penghinaan untuk musik.”Ia menghela napas pendek.“Baiklah. Anggap aku tidak mengatakan apa-ap
Last Updated : 2026-08-04 Read more