Keringat dingin membasahi pelipis dan leherku. Aku meringis sambil menggeliat gelisah di atas ranjang, napas memburu tidak beraturan. Sensasi itu bukan sekadar demam biasa; ada dorongan aneh, berat, dan menggelora yang merayap dari dalam dada, membuat sekujur tubuhku terasa sangat peka dan mendambakan sentuhan. Aku mencoba duduk, tetapi kepalaku justru berputar hebat. Tanganku tanpa sadar merayap ke dadaku, meremas payudaraku yang terasa sangat sensitif. "Ah... kenapa... kenapa jadi begini..." rintihku, kakiku menggesek-gesekkan paha satu sama lain, mencoba meredakan panas yang menjalar di antara kedua pahaku. Di lantai bawah, suara pintu utama terdengar terbuka. Seseorang baru saja pulang ke mansion. Aku mendengar langkah menaiki tangga menuju lantai atas, namun saat melewati lorong kamar, langkah kaki itu tiba-tiba terhenti. "Rania?" panggilnya dari balik pintu. Itu suara Mas Tian. "Rania, kamu di dalam? Ada apa?" Mendengar suara bariton itu, aku menga
Last Updated : 2026-08-17 Read more