Bianca sempat grogi dengan sikap Dirta, tapi ia langsung tersenyum canggung demi mencairkan suasana yang mendadak kaku di antara mereka. “Eh, iya, gak apa-apa kok, Kak! Santai aja, kayak sama siapa aja deh! Lagian tangan saya juga bukan pajangan museum yang gak boleh disentuh, tapi maaf saya sedikit gak nyaman karena kaget juga tadi. Mmm.. Sekarang masuk yuk, Kak, cacing di perut saya udah mulai demo nih!” kilah Bianca ceroboh, mengalihkan pembicaraan agar jantungnya aman. “Ya udah, ayo!” Dirga mencoba tersenyum, demi mencairkan suasana yang tiba-tiba canggung. Mereka pun melangkah masuk ke dalam restoran yang cukup ramai itu. Setelah mengantri sejenak, mereka langsung memesan dua porsi mie level tinggi, lengkap dengan tiga porsi camilan lainnya dan dua gelas minuman. “Wah, makasih banyak ya, Kak Dirga! Padahal saya yang minta makan pedas, tapi malah kamu yang bayarin semuanya. Jadi gak enak nih, dompet
Read more