"Aduh... Damian! Jangan bercanda deh, ini pusaka kamu masih mengeras sempurna gini di bawah sana!" jerit Bianca heboh, matanya membelalak lebar menatap suaminya dengan napas memburu. "Aku tidak bercanda, Bianca," pangkas Damian kaku dan tenang. "Tapi aku udah gak kuat, sayang... Kaki aku beneran lumpuh ini, rasanya udah kayak jeli!" cicit Bianca pasrah. Kali ini benar-benar memasang wajah paling menggemaskan dengan mata berkaca-kaca demi meluluhkan hati Suami Spek Dewa di hadapannya agar tidak mengajaknya lembur diatas ranjang. "Kelinci nakalnya minta ampun ya, Suamiku... Besok janji deh, dua ronde... Eh, tiga ronde sekaligus!" cicitnya. Damian menatap dalam manik mata istrinya dalam, akhirnya menghembuskan napas pelan.. Tangannya mengelus rahang mulus Bianca yang merona merah sebelum akhirnya menariknya perlahan dan merengkuh tubuh mungil istrinya ke dalam pelukan hangatnya. "Tidur," perintah Damian singkat. "Makasih ya Suamiku sayang..." bisik Bianca lega. Ia seger
Read more