Udara di istana kecil Puncak Kegelapan terasa berat. Roni berdiri di balkon batu yang menghadap lembah di bawah, matahari dimensi baru saja terbit dengan cahaya merah pudar. Tiga slot di pedestal telah terisi—Merak, Merpati, Gagak, dan Elang—namun slot keempat masih kosong, menunggu penyempurnaan akhir yang tak seorang pun tahu bentuknya.Eldrin mendekat, wajahnya yang tua tampak lebih keriput karena kelelahan."Kau telah mengumpulkan esensi yang tak pernah berhasil dilakukan ayahmu, Roni. Tapi ini bukan akhir. Ramalan tak hanya bicara soal kekuatan, melainkan tentang pilihan."Roni mengangguk pelan, tangannya memegang liontin hijau yang kini terasa lebih ringan."Mother Earth tak lagi hanya memberi petunjuk, tapi menunjukkan kilasan masa lalu. Aku melihat... ayahku bertarung di tempat yang sama ini, bertahun lalu."Nenek Sinta, yang lukanya sudah dibalut ramuan khusus oleh Shinta, duduk di kursi kayu reyot di sudut ruangan."Kutukan Bayangan ini aneh. Ia tak membunuh langsung, tapi
Read more