“Mbak, saya tinggal ke pasar dulu ya,” pamit Mbok Narti yang sudah siap dengan catatan belanja di tangannya.“Iya, Mbok,” sahut Niken yang baru saja sampai di dapur, hendak mencuci peralatan makan milik Evan. Ia meninggalkan Evan bersama Riana di ruang tengah.Pagi ini cuaca cukup dingin karena hujan sudah turun sejak subuh. Meski begitu Evan tetap bangun pagi dan sarapan di jamnya. Selesai mencuci piring, ia meraih tisu untuk mengeringkan tangannya saat Dante membuatnya terkejut. Suaminya itu memeluk— bergelayut manja padanya.“Kamu kenapa sudah bangun sih? Padahal di luar hujan,” ucap Dante masih memeluk istrinya.“Evan sudah bangun, Mas. Dia jam segini pasti lapar … mau makan. Kasian nanti dia,” sahut Niken berjalan pelan dengan Dante yang menempel di belakangnya.“Kamu gak kasian sama saya? Saya juga lapar … mau makan … Kamu,” bisik Dante membuat Niken geli seraya mendaratkan ciuman di leher istrinya.Niken bergidik berusaha menghindari ciuman dari suaminya. Ia benar-benar geli hi
Mehr lesen