“Sudah semua?” tanya Dante sebelum perawat keluar dari ruangan prakteknya.Jam sudah menunjukkan pukul setengah sepuluh malam saat itu.“Sudah, Dok,” sahut perawat itu.Menguap lebar sambil memijat leher belakangnya, pria itu mematikan laptop lalu merapikan mejanya.Keluar dari dalam ruangan, ia berpapasan dengan Wira. Sebenarnya Dante tidak ingin terlibat percakapan dengannya, tapi Wira menyapa duluan dan mengiringi langkahnya.“Baru selesai?”Dante tersenyum tipis.“Oh iya. Aku beberapa kali ketemu sama Riana, dia jalan sama Evan dan siapa … pengasuh Evan ya, Niken,” kata Wira membuat telinga Dante tiba-tiba meninggi.“Memangnya kenapa?” Dante menghentikan langkahnya menatap Wira– rahangnya mengeras.“Aku mau kenalan sama dia … sama Niken,” kata Wira membuat wajah Dante tegang.“Dia sudah ada yang punya. Dan dia gak ada waktu buat kenalan sama orang lain, karena fokus sama hal yang lebih penting,” ucap Dante kemudian pergi meninggalkan Wira. Entah apa yang dikatakannya barusan, ia se
Read more