“Hati-hati di jalan, Mbok. Titip salam buat keluarga,” kata Dante ikut mengantar sampai ke depan rumah. Ia sudah berpesan pada Azka untuk memberikan sejumlah uang pada Mbok Narti untuk membantu biaya pengobatan orang tua Mbok Narti di kampung. “Cepat sembuh ya buat orang tuanya, Mbok. Mbok Narti cepat balik,” ucap Niken tersenyum tulus sambil mengelus punggung wanita paruh baya itu. Mbok Narti mengangguk seraya berpamitan. Berdiri tak jauh darinya, Niken melihat kesedihan di wajah Mbok Tini. Bagaimanapun juga mereka berdua selalu sama-sama, pasti ada rasa kehilangan kalau salah satu pergi. Walau sebenarnya cuma untuk beberapa hari saja. — Menyimpan peralatan makan Evan ke dapur, Niken menghampiri Mbok Tini yang tengah menyiapkan makan malam. Tak tega melihat wanita itu kewalahan, reflek ia membantu memindahkan makanan ke mangkuk dan piring. “Aduh biar Mbok aja, Mbak,” kata Mbok Tini tidak enak. “Gapapa, Mbok,” sahut Niken membawa mangkuk dan piring makanan ke meja makan, kemudian
Mehr lesen