Setelah Evan tertidur pulas, Riana membantu Niken untuk berkemas. Karena mereka membawa bayi, sudah jelas barang-barangnya lebih banyak dari pada barang Niken dan Riana. Untuk pakaian ganti, popok sekali pakai, tisu basah, mainan, dan yang lain, satu koper ukuran sedang sudah terisi penuh. Sebenernya Niken cukup bersemangat tapi kadang terlintas bagaimana nanti repotnya di sana. “Tenang aja, kan disana ada aku, ada Mas Dante. Kita bakal jaga Evan sama-sama, biar bisa nikmati Bali,” kata Riana menenangkan Niken. Terlihat jelas dari wajahnya. “Iya, Mbak.” Niken tersenyum kecil. Setelah punya Evan beres, Riana mengambil satu koper kecil lain yang ada di atas lemari Dante, dan memberikannya pada Riana. “Gak usah, Mbak. Saya beresin sendiri aja,” sahut Niken melirik ke arah Evan yang telah tertidur di dalam box, saat Riana menawan diri untuk membantu Niken packing. “Oke. Aku tinggal ke atas ya … kalau mau, kamu packing aja sekarang, mumpung Evan tidur. Gak usah bawa baju banyak, nanti
Read more