"T-tapi, Tuan. Bukankah dia adik Anda," ucap Robi gugup. Pria itu menunduk menahan rasa takut.Urat leher Sambara menegang, lidahnya menekan pipi bagian dalam. Matanya menatap sekitar yang terasa sepi, entah kemana anak buahnya yang lain."Dia bukan adik saya, tapi adik tiri saya," balas Sambara dingin sebelum membalikkan tubuh dan menuju teras rumah.Pria itu duduk di salah satu bangku kayu, menyandarkan punggungnya yang terasa berat karena kejadian yang baru saja ia alami. Dia tidak takut pada ancaman Kirana. Namun, melihat sorot mata gadis itu membuat ia sadar bahwa gadis itu patut untuk ia awasi."Dia datang ke perusahaan. Mengancam saya dan bahkan membuat istri saya takut, jadi saya mau dia mati." Sambara meraih sebatang rokok, lalu menyalakan benda bernikotin itu dan mengembuskan asapnya perlahan ke udara. Aroma nikotin mulai menguar, mencemari udara di sekitar mereka.Sementara itu, Robi masih berdiri tegak di hadapannya dengan kepala tertunduk, mendengarkan setiap ucapan atas
Last Updated : 2026-05-21 Read more