"Nona Nana akan kami pindahkan ke ruangan khusus," ucap dokter itu memberitahu. Ia tersenyum ke arah Sambara dengan gestur genitnya.Agnira berdecih pelan, tangannya terus mengusap rambut Nana penuh kelembutan. Sedangkan matanya menatap tajam pada dokter genit disamping Sambara."Nana akan kami bawa pulang, tidak perlu ruangan khusus." Tatapan Sambara terus tertuju pada Agnira dan Nana.Dokter wanita itu tersenyum canggung. "Baik jika seperti itu, Pak. Akan kami urus kepulangannya." Dokter itu mendelik ke arah Agnira dan berlalu dari ruangan. Hal itu sangat jelas tertangkap oleh mata Agnira, bibirnya bergerak pelan, ingin sekali sumpah serampah ini keluar."Dokter pun dia goda, dasar menyebalkan," gerutu Agnira pelan, nyaris tidak terdengar.Namun pendengaran Sambara jauh lebih tajam, pria itu berdeham sekilas dan ikut duduk di samping Nana, menyentuh pelan bahu adiknya dan membuat atensi Nana teralih padanya. "Kita pulang yah, Nana mau pulang?" Sambara menarik sudut bibirnya, membe
최신 업데이트 : 2026-05-11 더 보기