Share

Bab 62

Author: D.N.A
last update publish date: 2026-05-16 16:00:11

"Nana mau makan apa, sayang?" tanya Agnira begitu lembut.

Jemari wanita itu mengusap pelan surai hitam Nana yang menutupi wajah. Gadis itu ikut serta ke rumah sakit karena tidak ada siapa pun yang bisa menjaganya di rumah. Sambara pun terlalu takut terjadi hal buruk bila Nana hanya di tinggal begitu saja.

Sambara mendelik saat Agnira begitu lembut pada adiknya. Bahkan panggilan sayang wanita itu berikan, mengapa padanya selalu sinis dan terlihat tidak suka?

"Pulang
Continue to read this book for free
Scan code to download App
Locked Chapter

Latest chapter

  • Ranjang Panas Suamiku   Bab 220

    Ruangan rawat Aurelie mendadak hening. Hanya terdengar suara suster yang sedang memasang kembali infus di tangan wanita itu. Tak seorang pun berbicara. Bahkan Surya dan Ratih hanya bisa terdiam setelah mendapatkan lirikan maut dari Sambara.Sudah sejak tadi orang tua itu terus meminta maaf atas kelancaran putri mereka. Hal itu membuat Sambara muak dan melayangkan bentakan tajam, barulah setelah itu keduanya bungkam dan terdiam di sisi ranjang lainnya.Aurelie beberapa kali meringis pelan saat jarum infus kembali menembus kulitnya, tetapi tatapannya tak pernah benar-benar lepas dari Sambara. Ada begitu banyak pertanyaan yang ingin ia lontarkan, namun semuanya seakan tertahan di ujung lidah.Sementara itu, Agnira berdiri tenang di sisi suaminya. Wajahnya tetap ramah, meski ia dapat merasakan tatapan Aurelie yang sesekali mengarah padanya."Sudah selesai, Bu," ucap sang suster sembari merapikan selang infus. "Jangan terlalu banyak bergerak lagi, ya."Aurelie mengangguk pelan. "Terima kas

  • Ranjang Panas Suamiku   Bab 219

    Udara hangat langsung menyambut Agnira tatkala wanita itu menginjakkan kaki di halaman rumah sakit.Meski matahari bersinar cerah, suasana di sekitar gedung utama justru terasa begitu tegang. Beberapa pria berpakaian hitam telah lebih dulu menyebar di setiap sudut. Sebagian berdiri di pintu masuk, sebagian lagi menyamar sebagai pengunjung maupun petugas kebersihan.Agnira menghela napas pelan. Ia lelah dengan keadaan seperti ini, ia hanya ingin bebas seperti dulu, tetapi sepertinya harus menunggu lebih lama lagi."Mas," bisiknya sambil melirik ke kanan dan kiri. "Kalau begini caranya, orang pasti mengira ada presiden yang sedang dirawat."Sambara yang berjalan di sampingnya hanya melirik sekilas. "Biarkan saja.""Berlebihan tau," ujar wanita itu gemas sendiri."Bagi saya, tidak ada kata berlebihan kalau menyangkut keselamatan kamu."Agnira mengembuskan napas pasrah. Ia tahu tidak ada gunanya berdebat. Sejak insiden di klinik, Sambara benar-benar berubah menjadi jauh lebih protektif.

  • Ranjang Panas Suamiku   Bab 218

    "Apa kamu masih mencintainya?" Pertanyaan itu meluncur begitu saja dari bibir Agnira. Sambara terdiam cukup lama. Tatapannya jatuh pada wajah sang istri yang kini menunggu jawaban dengan sorot mata penuh rasa ingin tahu, bercampur sedikit kecemasan yang berusaha disembunyikan.Alih-alih menjawab, Sambara justru menarik Agnira ke dalam pelukannya. Mendekap tubuh yang selama ini menemani hidupnya."Katanya takut telat," gumamnya pelan di dekat telinga sang istri. "Kenapa malah membahas hal yang tidak perlu?"Agnira mengerucutkan bibir. "Itu penting.""Bagi siapa?" "Bagiku," jawab Agnira cepat. Ia melonggarkan dekapan Sambara dan mendongak, menatap wajah suaminya yang berjarak sangat dekat.Sambara mengembuskan napas pelan. "Kamu cemburu?"Agnira tidak langsung menjawab. Jemarinya memainkan kancing kemeja Sambara. "Sedikit. Tapi aku lebih penasaran dengan gadis bernama Leana itu." Jawaban jujur itu memb

  • Ranjang Panas Suamiku   Bab 217

    "Kamu yakin mau menjenguk?" tanya Sambara memastikan sekali lagi. Dia menatap wajah sang istri dengan serius.Kini, Sambara terlihat sedang duduk di sisi ranjang dan memperhatikan Agnira yang sibuk memilih pakaian. Wanita itu terlihat melempar beberapa pakaian yang ia coba sembarangan, wajahnya jelas terlihat kesal saat beberapa potong pakaian tidak pas di tubuhnya."Yakin, lagipula kita harus berbelasungkawa, Mas," ujar Agnira acuh. Satu set pakaian kembali melayang dan mengenai wajah Sambara.Sambara mendelik mendengar penuturan istrinya. Aurelie belum mati, kenapa Agnira sudah berbicara soal belasungkawa? Ia menarik kaus yang menutupi wajahnya, lalu meletakkannya kembali di atas ranjang."Belasungkawa?" ulangnya datar.Agnira yang masih sibuk membongkar isi lemari berhenti sejenak. Ia menoleh dengan wajah polos. "Iya.""Untuk siapa?" tanya Sambara sambil berdiri dari duduknya dan melangkah ke arah sofa. Dia akan duduk diam di

  • Ranjang Panas Suamiku   Bab 216

    Dokter Maya di temukan dalam keadaan tidak sadarkan diri di dalam ruangannya. Wanita itu terlihat linglung dengan luka di pelipis kanan, entah apa yang Leonard lakukan, tetapi yang jelas untuk saat ini, pria itu dalam buruan Sangkara Hitam.Semua anak buah Sambara di kerahkan untuk mencari keberadaan itu. Di dunia bawah, nama Leonard sudah menjadi sayembara, siapa yang bisa memenggal kepalanya akan mendapatkan hadiah besar dari Sambara.Pria itu tidak pernah main-main dalam bertindak, dan untuk kali ini dia tidak akan memberi kesempatan bagi musuhnya untuk mendekat. Arsen terlihat diam dengan keputusan yang baru Sambara ucapkan, hatinya menolak karena Leonard masihlah sahabat dekatnya. Dulu, mereka bertiga berteman baik, bahkan bisa dibilang seperti saudara kandung."Kau yakin akan melakukan ini, Sambara?" tanya Arsen memastikan.Wajah Sambara masih terlihat menahan kesal. Sorot matanya tajam saat melirik ke arah Arsen."Kamu masih ingin membelanya?" tanyanya datar.Arsen menggeleng p

  • Ranjang Panas Suamiku   Bab 215

    "Tunggu dokter."Pria bermasker itu berhenti, lalu menoleh perlahan. "Ya?""Silakan tunjukkan kartu identitas Anda."Keheningan seketika memenuhi ruangan. Sambara, yang sedang membantu Agnira duduk di atas ranjang pemeriksaan, mengalihkan pandangannya ke arah pintu. Sorot matanya langsung berubah tajam.Pria bermasker itu tersenyum tipis di balik masker. "Tentu."Ia meletakkan baki di atas meja, lalu merogoh saku jas putihnya. Robi tidak berkedip sedikit pun. Tangannya perlahan bergeser ke balik jas, menyentuh gagang pistol yang tersimpan rapi di pinggang."Aneh," gumam Robi."Iya?" tanya dokter itu terlihat panik."Dokter di klinik ini menggunakan kartu identitas yang digantung di dada. Bukan disimpan di saku," tutur Robi sambil menyipitkan mata.Kalimat itu membuat tangan pria bermasker berhenti di dalam saku. Pria itu menelan ludah dengan susah payah, hawa di ruangan ini mendadak turun drastis dan membuat ia menjadi gugup.Suasana berubah sunyi. Dalam sepersekian detik, mata pria i

  • Ranjang Panas Suamiku   Bab 01

    "Batas waktu kita berakhir lusa. Saya sudah menyiapkan dokumen perceraian,"Agnira menatapnya sekali di tengah memotong daging saat pria itu meraih gelas air. Tarikan napas berat terdengar, membuat suasana ruang makan yang sunyi terasa semakin menekan. "Taruh saja di atas meja kerja. Nanti saya b

  • Ranjang Panas Suamiku   Bab 05

    "Buka matamu, Agnira. Tatap saya," perintah Sambara rendah.Agnira membuka mata perlahan dan satu-satunya objek yang ia lihat adalah suaminya. Orang yang selama tiga tahun ini membersamai dirinya dalam hening, orang yang bahkan selalu tampak acuh dan tidak perduli akan hadirnya.Tangan Agnira menge

  • Ranjang Panas Suamiku   Bab 04

    Malam merambat perlahan, membawa keheningan lembut yang terasa tidak nyaman. Di balik pintu kamar, Agnira terdiam menatap dirinya sendiri di depan cermin besar. "Ayo, Agnira ... ini tidak akan lama," bisik Agnira, pelan, nyaris tidak terdengar.Kaki jenjang yang terbalut sandal bulu itu bergerak

  • Ranjang Panas Suamiku   Bab 02

    Agnira terdiam, memproses segalanya dengan cepat. Ia kembali melirik Sambara, lalu berdiri perlahan dari duduknya."Hanya tiga puluh hari, 'kan?" tanya Agnira, singkat.Sambara yang sudah kembali duduk santai hanya mengangguk. "Iya.""Baiklah. Jika itu maumu, akan aku lakukan," putus Agnira tanpa

More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status