Ruang bawah tanah gudang itu gelap, lembap, dan berbau apek. Arga, Dewi, Wira, dan dua prajurit inti merayap keluar dari saluran air, tubuh mereka basah kuyup namun gerakan mereka senyap seperti kucing. Di atas kepala mereka, lantai kayu tebal memisahkan mereka dari aktivitas di lantai utama. Suara langkah kaki berat dan dentingan peralatan besi terdengar samar-samar, bergema melalui celah-celah papan.Arga memberikan isyarat tangan: diam. Ia mendengarkan dengan saksama. Ada suara cairan yang dituangkan, desisan api kompor kecil, dan bisikan-bisikan monoton. Ini bukan pabrik senjata biasa. Ini adalah dapur racun massal."Kita harus naik," bisik Arga. "Wira, cari tangga. Dewi, siapkan panah beracun tidur jika diperlukan. Kita tidak boleh membunuh kecuali terpaksa. Ingat, banyak dari mereka adalah korban."Mereka menemukan tangga kayu curam di sudut ruangan. Dengan hati-hati, mereka menaiki anak tangga satu per satu, menghindari papan yang berderit. Saat kepala Arga muncul di atas lanta
Last Updated : 2026-05-17 Read more