Hutan Larangan di sisi timur Dataran Tinggi Dieng bukanlah tempat bagi orang sembarangan. Pohon-pohonnya tua, batangnya sebesar rumah, dengan akar-akar yang menjalar seperti ular raksasa di atas tanah berlumut. Kabut di sini lebih pekat, berwarna keabu-abuan, dan membawa aroma tanah basah serta daun membusuk yang menyengat.Arga berdiri di tepi hutan, mengenakan pakaian serba hitam yang telah dicelup dengan lumpur sungai untuk menyamarkan siluetnya. Di pinggangnya, ia hanya membawa pisau belati pendek dan tali rotan. Tidak ada pedang. Tidak ada perisai. Resi Wirya berdiri di sampingnya, tongkat kayunya mengetuk tanah."Ingat aturan pertama," kata Resi Wirya. "Di hutan ini, kau bukan penguasa. Kau adalah tamu. Jika kau bertindak arogan, hutan akan menelanmu. Jika kau rendah hati, hutan akan memberimu jalan."Arga mengangguk. "Hamba mengerti, Guru.""Tugasmu," lanjut Resi Wirya, "adalah mencapai puncak Bukit Candi Arjuna di seberang hutan, sebelum m
Last Updated : 2026-05-24 Read more