Share

Perjodohan: Suami Dinginku Sangat Hot!
Perjodohan: Suami Dinginku Sangat Hot!
Penulis: CacaCici

1. Jebakan dan Pertolongan

Penulis: CacaCici
last update Tanggal publikasi: 2026-04-16 06:51:52

"Aku sudah memasukkan obat perangsang ke dalam minumanmu, Aluna Sayang."

Aluna Rasya Adam (24 tahun), melebarkan mata saat mendengar ucapan pria tersebut. Ia menatap takut campur panik pada seorang pria yang saat ini berdiri di hadapannya. Pria itu menjulang tinggi, memperlihatkan senyuman miring yang mengerikan dan mesum secara bersamaan. Tatapan matanya terasa menelanjangi bagi Aluna, membuat Aluna semakin merasa waspada.

Saat ini Aluna berada di paviliun mewah milik pemimpin keluarga Azam terkini–keluarganya dari pihak ibu, untuk merayakan ulang tahun pernikahan sang pemimpin Azam. Aluna sendiri bukan Azam, dia seorang Adam akan tetapi masih bagian dari keluarga Azam. Ibunya seorang Azam inti dan ayahnya seorang Adam yang masih family dekat dengan keluarga besar ini.

Aluna menghadiri pesta pernikahan pemimpin Azam karena mewakili orang tuanya yang tak bisa hadir, orang tuanya berada di LA. Selain itu, Aluna datang karena dia bersahabat dengan menantu kecil dari pemimpin Azam. Dia datang ke sini bersama dengan kakak laki-lakinya dan iparnya.

Karena mengantuk, Aluna berniat ke toilet untuk mencuci muka. Namun, di lorong menuju toilet dia bertemu dengan pria ini, pria yang sebelumnya menawarkan minuman dingin padanya saat di dalam pesta.

"Jadi mendekatlah dan biarkan aku menyentuhmu," ucap pria itu, semakin memperlihatkan senyuman seringai di bibirnya.

Wajah Aluna pucat pasi, jantung berdebar kencang, dan tubuh terasa kaku. "Ja-jangan macam-macam! A-aku masih bagian dari keluarga Azam inti, Da-Daddyku juga seorang penguasa di keluarga Adam bagian barat. Ka-kamu tidak akan selamat jika berani menyentuhku," ancam Aluna, terbata-bata, menatap panik pada pria itu.

"Hahaha … aku akan menerima resikonya, jika Daddy dan Kakakmu memukulku silahkan. Terpenting kau menjadi milikku, Sayang," ucap pria itu dengan suara yang menjijikkan di pendengaran Aluna, "obat yang kuberikan padamu sangat kuat, jika sudah bereaksi kau tidak akan selamat kecuali membiarkanku menyentuhmu. Jika tidak … kau dalam bahaya, Sayang," tambah pria itu dengan mendekat dan terus mengikis jarak.

Aluna memeluk tubuhnya sendiri, mundur secara teratur dengan perasaan takut luar biasa.

Saat ini mereka berada di lorong toilet dan di sini sangat sepi. Sekalipun Aluna berteriak pasti tidak akan ada yang mendengarnya.

'Tuhan, tolong selamatkan aku!' batin Aluna saat merasakan tubuhnya mulai panas. Aliran darahnya terasa cepat dan Aluna mengharapkan sesuatu! Obat itu mulai bereaksi, Aluna sangat takut.

"Sepertinya obatnya mulai bereaksi. Wajahmu sudah memerah dan itu terlihat sangat seksi, Sayang," ucap pria itu, mengulurkan tangan untuk menyentuh dan membelai pipi Aluna.

Akan tetapi sebelum pria itu berhasil menyentuh pipi Aluna, dengan cepat Aluna menepisnya. Aluna juga menendang 'milik pria itu dengan sekuat tenaga. Setelah itu, dia mendorong pria itu lalu berlari dari sana.

"Argkk … Aluna!" pekik pria itu, marah dan geram karena Aluna berhasil lari. Dia juga menahan sakit, tendangan Aluna pada 'miliknya sungguh kuat. Padahal perempuan itu sudah mulai merasakan efek dari obat yang dia berikan, tetapi kenapa Aluna masih punya tenaga yang kuat?! Sialan!

Sedangkan Aluna, dia memilih keluar dari paviliun. Dia sebenarnya berniat menemui kakaknya. Tetapi kakaknya masih di pesta dan dia takut ke sana, dia khawatir kondisinya semakin parah–obat ini membuatnya seperti wanita liar dan itu akan mempermalukan keluarganya.

"Aluna!" Teriakan marah pria itu terdengar, membuat Aluna panik dan ketakutan.

Sebenarnya pria itu masih terhitung sepupunya, masih seorang Azam. Hanya saja Aluna kurang tahu siapa namanya karena Aluna jarang bertemu dengan pria tadi, dan Aluna tak paham kenapa pria itu melakukan hal bejad seperti ini pada Aluna. Intinya dia tak mau menyerahkan diri pada pria itu!

Saat dalam keadaan panik, Aluna melihat seorang pria tampan dengan tubuh menjulang tinggi–aura pria itu dingin dan gelap secara bersamaan. Aluna cukup kenal dengan pria yang mengenakan setelah tuxedo mahal tersebut.

Kaizen Xavier Adam–penguasa dari keluarga Adam bagian timur (Adam yang berbeda dengan Adam keluarga Aluna). Kaizen merupakan CEO dari Adam'grup, pewaris sejati keluarga Adam Timur. Dia terkenal dingin dan cuek, kaum elit selalu berhati-hati bersikap padanya. Pembawaannya yang selalu elegan, berwibawa dan berkarisma tinggi, membuat orang-orang segan dan hormat padanya.

Aluna berniat meminta tolong pada Kaizen, akan tetapi mengingat pria tersebut sangat arogant, nirempati, dan cuek, Aluna mengurungkan niat. Jelas, pria itu pasti menolak menolongnya.

Akan tetapi dia mengikuti Kaizen secara diam-diam. Saat pria itu menuju parkiran, Aluna pun ke sana. Kaizen membuka kunci mobil–akses, tetapi tidak langsung masuk karena tiba-tiba saja HP pria itu berdering.

Aluna diam-diam masuk ke dalam mobil pria itu, bersembunyi di jok penumpang di mana dia berbaring di lantai mobil agar tidak terlihat oleh siapapun.

Sedangkan Kaizen, sepertinya tidak menyadari dan masih di luar–tengah berbicara lewat telepon.

"Ah, Tuan Kaizen Xavier Adam." Terdengar suara dari pria yang menjebak Aluna. Nadanya ramah, seolah menyapa teman lama.

Hal tersebut membuat Aluna yang berada di persembunyiannya menjadi sangat panik dan diselimuti ketakutan. Jantungnya berdebar sangat kencang, tubuhnya membeku, punggung panas, dan mata mulai berair–ingin menangis karena takut tertangkap.

Di sisi lain, Kaizen Xavier Adam, pria yang tengah berbicara lewat telepon dengan seseorang, langsung menatap dingin pada pria yang datang tersebut. Namun, dia diam, memperlihatkan ekspresi datar yang tak bersahabat.

"Tuan, apa kau melihat seorang perempuan lari ke sini?" tanya pria itu pada Kaizen.

Aluna memeluk tubuhnya sendiri, memejamkan mata secara kuat sambil merapalkan doa supaya Tuhan membantunya. Dia sangat takut ketahuan. Jika dia ketahuan ada di mobil ini, pasti Kaizen akan menyerahkannya pada pria bajingan itu.

Kaizen tipe yang tak suka diganggu dan minim empati. Itu yang Aluna tahu tentang pria itu.

"Tidak." Suara bariton yang terkesan dingin dan tak bersahabat, terdengar mengalun.

Aluna cukup senang mendengar jawaban Kaizen. Akan tetapi entah kenapa jantung-nya berdebar-debar tak karuan saat mendengar suara bariton pria ini.

"Tadi kulihat dia berlari ke arah sini, boleh saya periksa mobilmu, Tuan?" tanya pria itu, berjalan mendekat ke arah pintu mobil Kaizen lalu berniat membuka pintu.

Jantung Aluna kembali berdebar kencang, rasa takut dan panik kembali menguasai dirinya. 'Tuhan, tolong selamatkan aku. Pria biadab ini ingin melecehkanku, a-aku tidak mau. Tolong bantu aku! Pliss!' batin Aluna, sudah diligkupi rasa takut, dalam situasi mencekam, air matanya berhasil jatuh.

Sret'

Bug'

Tiba-tiba saja ketika pria itu ingin membuka pintu mobilnya, Kaizen menarik pundak pria tersebut lalu setelah itu menendang lutut si pria dengan cukup kuat.

"Menjauh dari mobilku, Jerk!" dingin Kaizen, melayangkan tatapan tajam dan membunuh pada sosok itu.

"Ack." Pria itu meringis sakit karena selain kakinya ditendang oleh Kaizen, dia juga tersungkur kasar. "Tuan, aku hanya ingin …-"

"Pergi!" titah Kaizen, nada bossy dan tatapan semakin tajam. Sekalipun pria ini salah satu keluarga Azam, dia sama sekali tidak peduli. Dia Adam sejati dan di tidak takut pada siapapun.

Pria itu segera bangkit lalu buru-buru pergi dari sana. "Cih, dasar angkuh!" gumam pria itu, kesal pada sikap dingin dan angkuh Kaizen.

Sedangkan Kaizen, sambungan telepon sudah ia matikan sejak tadi–terganggu oleh kehadiran sampah tadi. Dia segera masuk ke mobil dan segera pergi dari sana.

Kaizen ingin pulang karena tak tahan lama-lama di keramaian. Sebenarnya orang tuanya masih di pesta ini dan mungkin akan pulang besok pagi.

Pemimpin Azam yang sekarang adalah suami dari auntynya–di mana aunty-nya adalah kakak kandung sang daddy.

Kaizen hanya diam sepanjang perjalanan, begitu tenang dan hening. Sedangkan Aluna yang masih bersembunyi di sana, mulai merasa panik. Awalnya Aluna kira dia sudah lempas dari bahaya karena dia bebas dari pria mesum itu. Namun, obat itu bereaksi. Aluna sulit mengontrol diri.

AC di mobil ini menyala, akan tetapi tubuhnya terasa kepanasan. Jantungnya berdebar kencang, desiran darahnya terasa hebat–menimbulkan gejolak aneh yang membuat Aluna sangat ingin sentuhan seorang lawan jenis.

Suara bariton sosok dingin yang sempat ia dengar tadi, kini terasa terus mengalun di pendengarannya, membuatnya semakin gila dan semakin haus belaian.

Aluna mencoba melawan semua rasa yang ia anggap dosa itu, akan tetapi dia tidak kuat. Rasa itu sangat menyiksanya!

Bug'

Tanpa sengaja Aluna yang mencoba menahan dirinya, menendang sisi dalam mobil. Itu menimbulkan suara yang cukup kuat, membuat Aluna panik tetapi gilanya berharap pada suatu hal.

Di sisi lain ketika mendengar suara itu, Kaizen menatap kaca depan untuk memeriksa jok belakang. Namun, dia tidak melihat apapun di sana. Kaizen memilih mengabaikan dan tetap fokus mengemudi.

Tak lama, dia sampai di rumah. Kaizen langsung ke garasi. Ketika dia akan turun dari mobil, dia cukup terkejut saat mendengar suara …-

"Eughm … aah …." Suara rengekan manja seorang perempuan.

✿✿✿

Selamat datang di novel baru kita, MyRe. Semoga kalian suka dan senang dengan kisah Kaizen dan Aluna ...

Lanjutkan membaca buku ini secara gratis
Pindai kode untuk mengunduh Aplikasi
Komen (3)
goodnovel comment avatar
Mahmuda Mudh
"jadi mendekatlah dan biarkan aku menyentuhmu" enteng banget tuh mulut setan najis gue nulis ini aja jijik banget
goodnovel comment avatar
CacaCici
Terima kasih, Kakku sayang. (⁠。⁠♡⁠‿⁠♡⁠。⁠)
goodnovel comment avatar
lia ajah
semangat berkarya kak...
LIHAT SEMUA KOMENTAR

Bab terbaru

  • Perjodohan: Suami Dinginku Sangat Hot!   421. (GD) Makan di Suap

    "Ngapain sih aku pake dress begini? Kan cuma acara biasa," ucap Kaina, di mana saat ini dia sudah sampai di villa keluarga suaminya. Setelah sampai, Kaina dan Elzeren disuruh sarapan berdua. Yah, mereka benar-benar sarapan berdua dan keluarganya hanya menonton dari kejauhan. Ck, itu sungguh canggung dan mendebarkan bagi Kaina. Setelah sarapan, Sera dan Nakilla langsung membawa Kaina ke atas untuk berganti pakaian. "Sekalipun ini hanya acara keluarga kita, tapi kamu harus tetap tampil bersinar. Soalnya kamulah pemeran utama dalam acara ini," ucap Nakilla, mendapat anggukan kepala dari Sera. "Lagian untuk beberapa hari ini, kamu tuh harus rajin tampil memukau. Supaya Kak Eiren nyesal," ucap Sera tiba-tiba. "Menyesal apa?" Kaina mengerutkan kening. "Menyesal karena merasa terlambat nikahin kamu," jawab Sera sambil senyum cengengesan pada Kaina. Nakilla tertawa kecil mendengar ucapan Sera tersebut sedangkan Kaina hanya menampilkan ekspresi wajah muram. Namun, dalam hati d

  • Perjodohan: Suami Dinginku Sangat Hot!   420. (GD) Penipuan

    "A-apanya yang tidak mungkin. Cukup jauhan," kesal Kaina lagi, efek terlalu gugup dan panik. Sekalipun Elzeren adalah pria yang dia sukai sejak lama dan malam seperti ini bagian dari impiannya, ternyata ini menakutkan dan menegangkan bagi Kaina. Ini tidak seindah imazinasinya, sensasi yang dia rasakan sekarang persis seperti saat dia tersesat di kuburan ketika malam hari dan sedang dikerja anjing liar. Elzeren tak mengatakan apa-apa, tetapi dia semakin mendekat hingga hingga hembusan nafasnya bisa Kaina rasakan—menerpa kulit wajah Kaina yang membuat Kaina semakin tegang dan panik. Tiba-tiba saja Elzeren menangkup pipinya kemudian dengan cepat mendaratkan bibir di atas bibir Kaina. Hal tersebut membuat Kaina melebarkan mata, tubuhnya membeku, dan jantungnya berdebar sangat gila. Saat itu juga Kaina merasa amnesia sesaat, dia kehilangan kosa kata di dalam kepala, tidak bisa berbuat apa-apa selain bengong dan melotot panik. Sedangkan Elzeren, dia memanfaatkan kepanikan Kaina untuk

  • Perjodohan: Suami Dinginku Sangat Hot!   419. (GD) Teman Senasib

    "Hai," spontan Kaina, mengangkat satu tangan lalu melambaikan tangan secara pelan pada Elzeren yang sudah di tengah kamar dan tengah menatapnya. Kaina begitu gugup sekarang sangat malu karena bisa-bisanya dia menyapa Elzeren dalam keadaan memalukan ini. Dengan wajah yang tegang dan jantung berdebar kencang, Kaina buru-buru meraih bantal lalu memeluknya untuk melindungi tubuhnya. "Aku tidak punya baju, Kak," ucap Kaina cepat saat Elzeren sudah berada tepat di depannya. Dia spontan, terlalu panik Elzeren salah paham padanya. Elzeren bersedekap di dada, menaikkan sebelah alis sambil menatap datar pada Kaina. "Kenapa tidak punya? Bajumu di mana?" "A-aku nggak tahu." Kaina menjawab gugup, menatap was-was pada Elzeren yang masih berdiri di depannya. Jarak pria ini sangat dekat dengannya, membuat Anya panik dan gugup setengah mati. "Se-sepertinya disembunyikan sama Kak Nakilla dan Sera." "Kalau begitu jangan memakai baju," jawab Elzeren santai, setelah itu beranjak dari sana—masuk

  • Perjodohan: Suami Dinginku Sangat Hot!   418. (GD) Kehilangan Baju

    "Iya, Kai. Model yang kamu minta simpel dan polos tanpa payet. Jadi ini bisa diselesaikan dengan cepat," jawab Nakilla. "Ah, syukurlah." Kaina berkata lega, senyum manis pada nenek dan calon kakak iparnya. Namun, saat matanya bersitatap dengan kakeknya, Kaina langsung mengulurkan tangan—telapak tangan terbuka dan menghadap atas, "mau duit dong, Kek.""Hah." Kaze langsung menghela napas panjang. Dia diam pun tetap diporoti oleh cucu kesayangannya ini. Ck, untung cucu kesayangan! "Uangmu banyak, El?" tanya Kaze pada Elzeren. Nadanya rendah dan pelan—tenang. "Banyak, Kek." Elzeren menjawab santai, "Kai saja yang tidak mau minta," tambahnya sambil melirik ke arah calon istrinya. "Apalagi, Sweety? Minta uang yang banyak pada calon suamimu," ucap Kaze pada cucunya, di mana Kaina terlihat gugup sambil menatap malu-malu pada Elzeren. Elzeren menaikkan sebelah alis, menatap Kaina geli dan gemas. Hell! Ini pertama kalinya dia melihat perempuan judes ini bersikap malu-malu. Sangat menggemas

  • Perjodohan: Suami Dinginku Sangat Hot!   417. (GD) Gaun

    "Saingan?" gumam Kaina, mengerutkan kening sambil menatap heran pada Elzeren. Aih, asbun pria di sebelahnya ini selalu saja membuatnya pusing dan bingung. "Malas!" ketus Elzeren. Kaina kembali mengerutkan kening, menatap aneh pada Elzeren yang kini terlihat kesal. "Hai!" sapa Nakilla dengan ceria, senyum lebar sambil menghampiri Kaina dan Elzeren. Setelah di depan Kaina dan Elzeren, Nakilla malah tertawa cukup kencang dan geli. "Kakak kenapa?" tanya Kaina sambil menatap bingung pada Nakilla. Sedangkan Elzeren hanya menatap datar pada kakaknya. "Lucu saja." Nakilla menjawab pelan, meraih tangan Kaina lalu menggandengnya—membawanya masuk ke ruangannya. "Apa yang lucu?" tanya Elzeren, berjalan di belakang Nakilla dan Kaina. Setelah di ruangan Nakilla, mereka langsung duduk di sofa. Lagi-lagi Naikilla tertawa geli, menatap Kaina dan Elzeren secara bergantian. "Apa sih, Kak?" Kaina menggaruk pelipis, mendadak canggung dan kikuk karena Nakilla tersebut tertawa. "Kalian lucu banget

  • Perjodohan: Suami Dinginku Sangat Hot!   416. (GD) Di Kota yang Sama

    "Tapi karena ingin fokus pada tujuannya dia memilih memendam rasa." "Oke." Kaina bergumam pelan, lebih serius dari yang sebelumnya. "Kemungkinan paling besar bagian paling benar itu cuma di 'Fokus dan memilih memendam rasa. Selebihnya banyak cela." "Hah?" Kaina mengerutkan kening, bingung dan merasa pusing. "Begini, Beib. Orang yang memang ingin fokus pada dirinya, biasanya memang akan mengesampingkan urusan lain. Jika ada cinta, mungkin dia akan memendamnya. Namun, di sinilah letak celanya. Kita benarkan lah kalau Kak El suka pada Freza, tapi suka tidak cukup membuat Freza istimewa." "Apasih? Aku nggak paham sama sekali. Mending bahas statistik yuk," ucap Kaina sambil menggaruk kepala, pusing karena teori rumit Sera. "Hais! Singkatnya sekalipun benar Kak Eiren suka pada si Freza, tetap si Freza bukan hal penting buat Kak El. Soalnya dia bukan salah satu tujuan hidup Kak El, makanya dikesampingkan." Sera mendengus pelan. "Iya kah?" Kaina senyum cerah sambil menatap penuh ha

  • Perjodohan: Suami Dinginku Sangat Hot!   51. Suami Alergi ….

    "Karena Mas Zen sudah baik padaku, membantuku untuk mengantar bukti rekaman CCTV, hari ini aku mau masakin serba udang buat dia. Umm … sepertinya udang garlic butter enak," monolog Aluna, berjalan antusias ke dalam rumah. Dia baru pulang dari tempat kerja. Sekalipun wajahnya sudah terlihat lelah aka

  • Perjodohan: Suami Dinginku Sangat Hot!   6. Menikah

    Aluna dan Kaizen jatuhnya memang dijodohkan, karena selain insiden itu keduanya tidak pernah terikat apapun. Kaizen bukan pilihan Aluna dan Aluna juga bukan pilihan Kaizen. Keluarga mereka lah yang menentukan. Insiden itu bukan alasan mereka menikah, tetapi faktor yang menjadi alasan kuat mereka

  • Perjodohan: Suami Dinginku Sangat Hot!   5. Paksaan Menikah

    "Kak, i-ini wanita yang tidur dengan Kaizen," bisiknya dengan nada gemetar, efek deg degkan bertemu dengan calon menantunya, sosok yang membuktikan pada dunia kalau Kaizen normal! "Hah?" Nindi menunjukan ekspresi kaget, menatap Aluna dengan raut muka kaku lalu kembali menatap adik iparnya dengan e

  • Perjodohan: Suami Dinginku Sangat Hot!   4. Pertemuan

    Kaizen menatap mamanya dengan ekspresi flat, tetapi dengan sorot mata yang intens. Dia diam cukup lama untuk mempertimbangkan sesuatu hingga pada akhirnya mengangukkan kepala sebagai tanda setuju. Naia tiba-tiba membalik tubuh, wajah galaknya langsung hilang, bersama dengan senyuman senang yang m

Bab Lainnya
Jelajahi dan baca novel bagus secara gratis
Akses gratis ke berbagai novel bagus di aplikasi GoodNovel. Unduh buku yang kamu suka dan baca di mana saja & kapan saja.
Baca buku gratis di Aplikasi
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status