แชร์

6. Menikah

ผู้เขียน: CacaCici
last update วันที่เผยแพร่: 2026-04-16 08:04:34

Aluna dan Kaizen jatuhnya memang dijodohkan, karena selain insiden itu keduanya tidak pernah terikat apapun. Kaizen bukan pilihan Aluna dan Aluna juga bukan pilihan Kaizen. Keluarga mereka lah yang menentukan.

Insiden itu bukan alasan mereka menikah, tetapi faktor yang menjadi alasan kuat mereka dijodohkan.

"Iya, Aluna. Kamu memang sudah harus menikah, usiamu sudah 24 tahun, sudah dewasa," ucap kakak ipar Aluna, istri kakaknya.

"Aku memang sudah dewasa, tetapi mentalku belum siap untuk jadi istri," ujar Aluna dengan nada kesal, menatap tak suka pada kakak iparnya.

Reigen ingin menasehati adiknya, akan tetapi tiba-tiba HP-nya berdering. Dia pergi sebentar untuk mengangkat telepon.

"Mau sampai kapan kamu menyusahkan Mas Reigen?!" ketus Shela, kakak ipar Aluna. Perempuan itu bersedekap angkuh sambil menatap dingin pada Aluna. Kebetulan suaminya sedang pergi, jadi ini kesempatannya.

Sudah sejak lama dia tidak suka pada Aluna. Perempuan ini terlalu manja pada suaminya dan bekerjapun harus bersama suaminya. Baginya Aluna adalah beban untuknya dan suaminya.

"Aku sudah muak yah sama kamu. Kerjaan kamu cuma morotin uang Mas Reigen saja. Kamu numpang hidup, tidak melakukan apa-apa, dan tahunya bikin malu!"

Aluna mengerutkan kening, menatap kakak iparnya kesal bercampur tersinggung. "Eh, aku kerja yah. Aku juga nggak pernah morotin uang Kak Reigen, dan uang yang Kak Reigen kasih ke aku itu uang dari orang tua aku."

"Halah!" Shela mengibas tangan secara malas di depan wajah, "tidak morotin tapi kerjaannya cuma minta-minta duit ke suami aku! Kerja kamu bilang? Kamu kerja di perusahaan suamiku kan? Aku yakin sekali, kamu kerja juga bukan karena bakat tetapi karena kamu adiknya Mas Reigen. Udalah, kamu nikah saja. Atau nggak, pergi sana ikut orang tuamu ke LA. Jangan di sini soalnya kamu menyusahkan!"

"Apa yang aku susahkan? Coba bilang dibagian apa aku menyusahkan?" ucap Aluna dengan suara yang mulai bergetar, tersinggung dan sakit hati dianggap beban oleh Shela. Terlebih perempuan ini menuduhnya meminta-minta uang pada Reigen dan kerja tanpa bakat.

"Kamu tinggal di sini saja itu sudah nyusahin!"

"Eh, ini rumah orang tuaku yah!"

"Mas Reigen itu anak laki-laki dan anak pertama. Jadi rumah ini rumahnya. Pokoknya kamu harus menikah!"

Aluna mengepalkan tangan, lalu tanpa mengatakan apa-apa dia segara pergi dari sana–masuk dan mengurung diri dalam kamar.

Di sisi lain, Reigen datang dan sedikit bingung karena adiknya tak ada lagi di sana. "Di mana anak kecil itu?" tanya Reigen.

"Sudah ke kamar, Mas. Katanya ngantuk. Tapi … aku sudah bicara dengan Aluna dan Aluna setuju kok untuk menikah dengan Om Kaizen," ujar Shela lembut, senyum manis pada suaminya.

"Hum. Sudah seharusnya memang mereka menikah. Aku khawatir Aluna hamil dan itu malah membuatnya diserang banyak orang," ucap Reigen. Aluna memang sudah menjelaskan kalau dia tidak akan hamil, tetapi tetap saja Reigen khawatir. Intinya, Reigen hanya memikirkan nama baik adiknya.

✿✿✿

Pada akhirnya Aluna menikah dengan Kaizen. Aluna kira setelah orang tuanya pulang ke negara ini, dia bisa membatalkan perjodohan itu. Namun, Shela berhasil meyakinkan orang tuanya supaya Aluna tetap menikah.

Hari ini Aluna resmi menikah dengan Kaizen dengan perasaan yang campur aduk. Dia sedih karena kekebasannya pasti akan terenggut setelah ini dan dia juga menahan kesal karena dendam pada Shela yang berhasil menghasut orang tuanya.

Pernikahannya dengan Kaizen termasuk mendadak. Acaranya sederhana dan hanya dihadiri oleh keluarga besar saja.

"Aku sudah resmi jadi istri Om Kaizen," gumam Aluna dengan nada lemas, membaringkan tubuh di ranjang. Acara pernikahannya sudah selesai, dia sudah di rumah mewah keluarga Adam. Lebih tepatnya di kamar Kaizen, kamar yang menjadi saksi bisu pada malam itu.

"Tapi kalau dipikir-pikir nggak apa-apa sih harusnya. Kan … Om Kaizen itu terkenal cuek. Dia pasti nggak bakalan peduli aku mau ke mana dan gimana. Waktu itu saja, pas ketemu setelah insiden itu, dia cuma nanyain dompetnya, sama sekali tidak menyinggung masalah kejadian itu. Dia juga tidak menyalahkanku atas insiden itu, malah membantuku supaya jujur untuk menyebut siapa orang yang menjebakku," monolog Aluna, merasa kalau sikap cuek Kaizen tidak terlalu buruk. Malah ini menguntungkannya karena dia berpotensi tetap bisa bebas seperti sebelum menikah. Dia juga tetap bisa tinggal di negara ini tanpa harus satu atap lagi dengan kakak iparnya yang jahanam itu.

Yah, dia yakin sekali, Kaizen pasti tidak akan peduli pada apapun yang Aluna lakukan.

Ah yah, mengenai pria yang menjebaknya. Aluna tidak mengungkapnya karena dia tidak tahu siapa namanya. Sudah Aluna katakan, ada banyak sepupunya yang tidak ia kenali.

Masalah itu akan diselidiki lebih lanjut dan akan ditangani secepatnya.

Ceklek'

Mendengar pintu kamar mandi terbuka, Aluna pura-pura memejamkan mata. Yah, sejak tadi Kaizen di kamar mandi dan tentunya untuk mandi.

Mengingat ini malam pertama mereka, Aluna menjadi panik dan takut.

Ketika pintu kamar mandi terbuka dan Kaizen keluar dari sana, Aluna langsung mencium aroma wangi segar dari sabun. Hal tersebut membuat jantung Aluna berdebar makin kencang.

Sret'

Tiba-tiba saja tangannya ditarik, disentak cukup kuat sehingga Aluna berakhir duduk di tepi ranjang.

Ketika dia membuka mata, pemandangan indah langsung menyapa matanya.

"Wah … ro-roti sobek," gumamnya pelan sambil menatap berbinar-binar pada pemandangan di depannya. Perut sixpack Kaizen!

"Ekhem." Kaizen berdehem dingin.

Aluna mendongak lalu mengerjap beberapa kali. "Om nggak pake baju, mau malam pertama yah, Om?"

อ่านหนังสือเล่มนี้ต่อได้ฟรี
สแกนรหัสเพื่อดาวน์โหลดแอป
ความคิดเห็น (6)
goodnovel comment avatar
CacaCici
Yaps, Aluna dan Kaizen kita. (⁠ ⁠◜⁠‿⁠◝⁠ ⁠)⁠♡(⁠ʘ⁠ᴗ⁠ʘ⁠✿⁠)
goodnovel comment avatar
CacaCici
Terima kasih, Kakku sayang. (⁠ ⁠◜⁠‿⁠◝⁠ ⁠)⁠♡(⁠◍⁠•⁠ᴗ⁠•⁠◍⁠)⁠...
goodnovel comment avatar
Juliana Kasmin
aluna sama kaizen
ดูความคิดเห็นทั้งหมด

บทล่าสุด

  • Perjodohan: Suami Dinginku Sangat Hot!   12. Kecupan Energi yang Memabukkan

    "Tradisi," ucap Aluna cepat sambil melayangkan cengiran lebar pada Kaizen.Sebetulnya dia cukup panik dan gugup karena tatapan pria ini sangat mengerikan dan ekspresi wajah dingin Kaizen juga menyeramkan. Namun, Aluna memilih mengabaikan. Mama mertuanya sudah mengamanahkan tradisi ini padanya dan Aluna tidak boleh mengkhianati kepercayaan sang mama mertua. "Kau tidak perlu melakukannya," ucap Kaizen dingin, aura mengerikan dan mengintimidasi menguar dari tubuhnya–membuat suasana mencekam dan menakutkan. Aluna meneguk saliva secara susah payah. Aih, aura pria ini mengerikan sekali! Aluna jadi merasa kalau dia sedang berdiri di tengah-tengah kuburan di malam hari yang berkabut. "Kan amanah dari Mama mertua. Sebagai menantu baik hati, rajin menabung, idaman spek dewi bulan, rajin dan imutz, aku harus menjalankan amanah dari Mama," cerocos Aluna panjang lebar. Hal tersebut membuat Alan semakin pucat–melirik-lirik tuannya yang terlihat menampilkan ekspresi wajah yang semakin dingin.

  • Perjodohan: Suami Dinginku Sangat Hot!   11. Kecupan Lagi

    "Kau kecoa bakar." Kaizen berkata datar, menunjukkan ekspresi yang tetap flat. Kening Aluna seketika mengerut, menatap protes dan horor pada Kaizen. What the hell! Dia yang selimut dan selucu ini disamakan dengan kecoa bakar? "Aku bukan kecoa bakar. Bidadari SE cantik dan se seksi diriku ini masa disamakan dengan kecoa sih. Nggak mau nggak mau nggak mau! Aku ini bidadari bukan kecoa. Sekalipun Kecoa punya sayap dan bisa terbang, tapi aku nggak mau. Pokoknya aku bidadari, aku bukan …-" Ucapan Aluna refleks berhenti, matanya seketika membelalak, jantung berdebar kencang, dan wajahnya tegang. Tiba-tiba saja dengan cepat Kaizen menempelkan bibirnya di atas bibir Aluna, itu membuat Aluna shock dan membeku seketika. Kaizen mencium bibir lembut dan ranum milik istrinya–hanya singkat. "Jadi tombol off-mu di sini?" gumam Kaizen rendah, mengusap bibir bawah Aluna dengan ibu jari. Wajahnya tetap flat, seolah yang dia lakukan barusan adalah hal biasa. Ting' Pintu lift terbuka. Kaiz

  • Perjodohan: Suami Dinginku Sangat Hot!   10. Ternyata punya Inisiatif

    "Aku bayar pake mana yah? Kartu Kakak atau kartu Om Kaizen?" bingung Aluna, menatap dua kartu di tangannya dengan raut muka serius. Dia sudah mendapatkan pesanannya dan sekarang dia ingin membayar. "Bagiamana, Kak, ingin bayar dengan apa?" tanya pelayan restoran. "Bentar, Kak, bentar. Aku lagi mikir ini," gumam Aluna sambil terus melototi ke dua kartu di tangannya. "Ini keputusan yang sulit," tambahnya lagi, bermonolog sendiri. Aluna lalu mendongak, di mana matanya langsung melebar dan senyuman langsung merekah di bibir. Bagaimana tidak? Di saat dia sedang bingung harus memakai kartu mana, Aluna melihat ATM berjalannya ada di restoran ini. "Kak, sekarang aku tahu harus bayar pake apa," ucap Aluna senang, segera menarik pergelangan tangan sang pelayan dan membawanya ke arah sumber uangnya. "Kakanda!!" seru Aluna dengan ceria dan antusias setelah berada di dekat Kaizen. Kaizen terlihat tak menanggapi, sibuk pada tablet di tangan. Di sisi lain, Vanessa langsung memasang ekspre

  • Perjodohan: Suami Dinginku Sangat Hot!   9. Bekas Bibir Aluna

    "Pagi, Suamiku." Aluna menyapa dengan manis, senyum cerah dan lebar pada Kaizen. Kaizen menatap intens dan lekat pada Aluna. Namun, ekspresi wajahnya tetap datar. "Kau sedang apa?" tanya Kaizen datar, mengamati Aluna yang kini berpindah ke sampingnya–berdiri tepat di sebelahnya. Tindakan perempuan yang baru semalam menjadi istrinya, cukup mengejutkan Kaizen. Tiba-tiba saja Aluna mencium pipinya. "Menyapa," jawab Aluna sambil mengulurjan tangan dengan posisi telapak menghadap atas, meminta sesuatu pada Kaizen. Vanessa terus menatap Aluna dari atas hingga bawah. Gadis ini terlihat masih muda dan segar, di mana dia mengenakan rok lipit warna hitam yang dipadu dengan jaket berwarna broken white lalu baju dalam crop top rajut yang senada dengan jaketnya. Untuk alas kaki, perempuan itu mengenakan dokmart berwarna hitam. Tak lupa, perempuan itu mengenakan baguette bag berwarna coklat. Penampilannya clean dan manis, kesan mudanya sangat menguar. Apa perempuan muda ini adalah

  • Perjodohan: Suami Dinginku Sangat Hot!   8. Kecup di Pipi Suami

    Tiba-tiba saja Kaizen sudah duduk di tepi ranjang, menghadap padanya dan menatap Aluna yang berbaring di lantai dengan tampang muka flat dan tatapan yang sama datarnya dengan ekspresinya. Aluna begitu malu sebab Kaizen sama sekali tak berekspresi, hanya duduk dan terus melihatnya. 'Sialan! Banget! Aku cuma ditatap doang. Dikira aku ikan asin yang lagi dijemur apa?!' batin Aluna, dongkol karena Kaizen seperti tak ada inisiatif untuk membantunya. 'Om-Om t-ik. Mukanya flat banget, pengen kupukul rasanya. Haaa … nyebelin banget! Bantu istrimu ini dong, Kakaknda. Istrimu jatuh! Itu lagi matanya, sama sekali nggak berkedip. Lihatin apa sih?!' batinnya dengan pipi merah karena malu bercampur kesal pada Kaizen hanya mematung. Aluna kemudian mengikuti arah tatapan suaminya, di mana ternyata pria itu sepertinya bukan menatap wajahnya tapi …- "Aaaaa …." Aluna yang masih berbaring di lantai langsung menjerit, buru-buru menyilangkan tangan di depan dada–menutup bukit indahnya yang terlih

  • Perjodohan: Suami Dinginku Sangat Hot!   7. Lupa Bawa Handuk

    "Mau malam pertama yah, Om?" tanya Aluna dengan ekspresi muka gugup, senyum cengenges, dan mata melebar sehingga terlihat kalau dia seperti panik. Kaizen tak langsung menjawab, pria itu diam sejenak sambil menatap intens dan dalam ke arah Aluna. Hal tersebut membuat Aluna semakin gugup, diam-diam perempuan itu meneguk saliva secara kasar. "Mandi," ucap Kaizen, berkata dingin dan dengan ekspresi yang datar. "Ma-mandi yah?" beo Aluna, masih cengengesan sambil menatap kaku pada Kaizen. Apa pria dewasa nan hot ini ingin mandi panas dengannya? Astaga, entah kenapa otak Aluna sedikit kotor, mungkin efek malam ini adalah malam pertamanya jadi istri Kaizen. Ah, jika ia perhatikan secara lekat, pria dingin ini ternyata tampan dan malah … terasa sangat tampan. Apalagi saat ini Kaizen hanya mengenakan handuk yang melilit di pinggang, membuat ABS-nya terlihat dan itu sangat hot! "Oke." Aluna segera berdiri. Kaizen terus menatapnya dan itu membuat Aluna tambah grogi. Namun, karena di

บทอื่นๆ
สำรวจและอ่านนวนิยายดีๆ ได้ฟรี
เข้าถึงนวนิยายดีๆ จำนวนมากได้ฟรีบนแอป GoodNovel ดาวน์โหลดหนังสือที่คุณชอบและอ่านได้ทุกที่ทุกเวลา
อ่านหนังสือฟรีบนแอป
สแกนรหัสเพื่ออ่านบนแอป
DMCA.com Protection Status