"Kak Xavier pergi?" tanya Safara pada Kaina. Kaina menganggukkan kepala. "Kak Xavier memang harus pulang karena tidak mungkin Kak Xavier ninggalin istrinya lama-lama.""Kenapa Kak Xavier tidak membawa istrinya ke sini, Kai? Sekalian supaya aku bisa lebih dekat dengan istrinya," ucap Safara pelan. "Jelasnya Sera udah cape maksimal, nggak mungkin Kak Xavier bawa istrinya ke sini." Kaina menjawab santai, "oh iya, Kak. Ini Kak Nakilla, sepupu aku dari pihak Granma Naia. Yang itu … kembarannya," ucap Kaina sambil menunjuk Elzeren yang tengah duduk di sofa sambil bersedekap di dada. "Oh." Safara hanya ber-oh-ria, menatap sekilas pada Nakilla yang sudah senyum dan berniat menyapa. Nakilla langsung menurunkan tangan, senyumannya langsung luntur, dan ekspresinya tampak muram. "Kak Safara aslinya baik, Kak. Tapi … dia tipe yang susah berbaur dengan orang baru, Kak. Itu karena traumanya," bisik Kaina pada Nakilla, merasa tak enak dan bersalah pada Nakilla atas sikap Safara. Nakilla mengang
Read more