Share

258. (G) Mulut Tajam

Author: CacaCici
last update publish date: 2026-08-03 21:22:13

"Kak Xavier mau kemana?"

Xavier menghentikan langkah, tepat di depan adiknya—Kaina.

"Kenapa belum tidur, Sweetheart?" tanya Xavier. Nadanya memang lembut akan tetapi tatapannya tajam dan membunuh pada adiknya.

Ini sudah hampir tengah malam, akan tetapi bisa-bisanya adiknya belum tidur.

"Kau juga, Nakilla. Kenapa belum tidur?" Nada bicara Xavier sedikit lebih tegas, kini menatap sepupunya penuh peringatan.

"Aku sama Kak Nakilla mau balik ke kamar kok, Kak. Tadi Kak Nakilla habis menemaniku
Continue to read this book for free
Scan code to download App
Locked Chapter

Latest chapter

  • Perjodohan: Suami Dinginku Sangat Hot!   423. (GD) Salah Sebut

    Salah satu dari mereka mengamati Kaina yang sedang memberikan bunga pada Aina, di mana bunga tersebut pada akhirnya diambil oleh Aiden—langsung dari tangan Kaina. "Kak Elzeren, Kak Freza dan Kak Hendra datang," ucap Sabela, menatap Elzeren lembut akan tetapi melirik sinis pada Kaina. Satu-satunya orang yang tak suka pada Kaina di keluarga ini, mungkin hanya dia. Namun, dia sama sekali tak peduli. Toh, orang-orang hanya tak melihat betapa angkuh dan liciknya Kaina. "Silahkan duduk," ucap Elzeren santai, mempersilahkan sahabatnya tersebut untuk duduk. Ah yah, pria yang datang bersama Freza tersebut tak lain adalah kekasih Freza yang akan bertunangan dengan Freza. "Selamat atas pernikahanmu. Kudoakan kalian bahagia dan selalu bersama selamanya." ucap Hendra sambil senyum hangat. Dia dan Elzeren memang berteman, akan tetapi hanya sebatas teman. "Terima kasih," ucap Elzeren sambil senyum tipis. "Oh yah, maaf karena kemarin aku dan Freza pulang cepat. Aku ada urusan di tempat kerjaku

  • Perjodohan: Suami Dinginku Sangat Hot!   422. (GD) Uncle Nakal

    Saat ini Kaina sudah di dalam Villa, ikut bergabung di ruang santai bersama keluarga barunya. Setelah makan, Kaina buru-buru masuk dengan alasan hujan akan segera turun. Padahal, dia ingin masuk karena tak tahan berduaan dengan Elzeren. Masalahnya Kaina malu karena keluarga pria itu terus mengintip meraka. "Tadaaa … Aunty bisa bikin bunga," ucap Kaina sambil menunjukkan sebuah bunga yang ia buat dari tissue pada Aina, purti Nakilla dan Aiden. "Waaahhh …." Aina menatap bunga tersebut dengan penuh binar, tangannya bertepuk tangan secara antusia dan senyuman gadis kecil berusia dua tahun itu merekah, "Uat Ai yaaa …," serunya lagi, kali ini menatap Kaina dengan penuh semangat dan harap. Kaina menganggukkan kepala, menyerahkan bunga tersebut pada keponakannya yang masih kecil dan sangat menggemaskan itu. Setelah Kaina menyerahkan bunga itu pada Aina, gadis kecil itu langsung menunjukkannya pada mommynya—Nakilla. "Maa … unga antik dayi Uti," celetuk anak itu yang masih menggunakan baha

  • Perjodohan: Suami Dinginku Sangat Hot!   421. (GD) Makan di Suap

    "Ngapain sih aku pake dress begini? Kan cuma acara biasa," ucap Kaina, di mana saat ini dia sudah sampai di villa keluarga suaminya. Setelah sampai, Kaina dan Elzeren disuruh sarapan berdua. Yah, mereka benar-benar sarapan berdua dan keluarganya hanya menonton dari kejauhan. Ck, itu sungguh canggung dan mendebarkan bagi Kaina. Setelah sarapan, Sera dan Nakilla langsung membawa Kaina ke atas untuk berganti pakaian. "Sekalipun ini hanya acara keluarga kita, tapi kamu harus tetap tampil bersinar. Soalnya kamulah pemeran utama dalam acara ini," ucap Nakilla, mendapat anggukan kepala dari Sera. "Lagian untuk beberapa hari ini, kamu tuh harus rajin tampil memukau. Supaya Kak Eiren nyesal," ucap Sera tiba-tiba. "Menyesal apa?" Kaina mengerutkan kening. "Menyesal karena merasa terlambat nikahin kamu," jawab Sera sambil senyum cengengesan pada Kaina. Nakilla tertawa kecil mendengar ucapan Sera tersebut sedangkan Kaina hanya menampilkan ekspresi wajah muram. Namun, dalam hati d

  • Perjodohan: Suami Dinginku Sangat Hot!   420. (GD) Penipuan

    "A-apanya yang tidak mungkin. Cukup jauhan," kesal Kaina lagi, efek terlalu gugup dan panik. Sekalipun Elzeren adalah pria yang dia sukai sejak lama dan malam seperti ini bagian dari impiannya, ternyata ini menakutkan dan menegangkan bagi Kaina. Ini tidak seindah imazinasinya, sensasi yang dia rasakan sekarang persis seperti saat dia tersesat di kuburan ketika malam hari dan sedang dikerja anjing liar. Elzeren tak mengatakan apa-apa, tetapi dia semakin mendekat hingga hingga hembusan nafasnya bisa Kaina rasakan—menerpa kulit wajah Kaina yang membuat Kaina semakin tegang dan panik. Tiba-tiba saja Elzeren menangkup pipinya kemudian dengan cepat mendaratkan bibir di atas bibir Kaina. Hal tersebut membuat Kaina melebarkan mata, tubuhnya membeku, dan jantungnya berdebar sangat gila. Saat itu juga Kaina merasa amnesia sesaat, dia kehilangan kosa kata di dalam kepala, tidak bisa berbuat apa-apa selain bengong dan melotot panik. Sedangkan Elzeren, dia memanfaatkan kepanikan Kaina untuk

  • Perjodohan: Suami Dinginku Sangat Hot!   419. (GD) Teman Senasib

    "Hai," spontan Kaina, mengangkat satu tangan lalu melambaikan tangan secara pelan pada Elzeren yang sudah di tengah kamar dan tengah menatapnya. Kaina begitu gugup sekarang sangat malu karena bisa-bisanya dia menyapa Elzeren dalam keadaan memalukan ini. Dengan wajah yang tegang dan jantung berdebar kencang, Kaina buru-buru meraih bantal lalu memeluknya untuk melindungi tubuhnya. "Aku tidak punya baju, Kak," ucap Kaina cepat saat Elzeren sudah berada tepat di depannya. Dia spontan, terlalu panik Elzeren salah paham padanya. Elzeren bersedekap di dada, menaikkan sebelah alis sambil menatap datar pada Kaina. "Kenapa tidak punya? Bajumu di mana?" "A-aku nggak tahu." Kaina menjawab gugup, menatap was-was pada Elzeren yang masih berdiri di depannya. Jarak pria ini sangat dekat dengannya, membuat Anya panik dan gugup setengah mati. "Se-sepertinya disembunyikan sama Kak Nakilla dan Sera." "Kalau begitu jangan memakai baju," jawab Elzeren santai, setelah itu beranjak dari sana—masuk

  • Perjodohan: Suami Dinginku Sangat Hot!   418. (GD) Kehilangan Baju

    "Iya, Kai. Model yang kamu minta simpel dan polos tanpa payet. Jadi ini bisa diselesaikan dengan cepat," jawab Nakilla. "Ah, syukurlah." Kaina berkata lega, senyum manis pada nenek dan calon kakak iparnya. Namun, saat matanya bersitatap dengan kakeknya, Kaina langsung mengulurkan tangan—telapak tangan terbuka dan menghadap atas, "mau duit dong, Kek.""Hah." Kaze langsung menghela napas panjang. Dia diam pun tetap diporoti oleh cucu kesayangannya ini. Ck, untung cucu kesayangan! "Uangmu banyak, El?" tanya Kaze pada Elzeren. Nadanya rendah dan pelan—tenang. "Banyak, Kek." Elzeren menjawab santai, "Kai saja yang tidak mau minta," tambahnya sambil melirik ke arah calon istrinya. "Apalagi, Sweety? Minta uang yang banyak pada calon suamimu," ucap Kaze pada cucunya, di mana Kaina terlihat gugup sambil menatap malu-malu pada Elzeren. Elzeren menaikkan sebelah alis, menatap Kaina geli dan gemas. Hell! Ini pertama kalinya dia melihat perempuan judes ini bersikap malu-malu. Sangat menggemas

  • Perjodohan: Suami Dinginku Sangat Hot!   1. Jebakan dan Pertolongan

    "Aku sudah memasukkan obat perangsang ke dalam minumanmu, Aluna Sayang." Aluna Rasya Adam (24 tahun), melebarkan mata saat mendengar ucapan pria tersebut. Ia menatap takut campur panik pada seorang pria yang saat ini berdiri di hadapannya. Pria itu menjulang tinggi, memperlihatkan senyuman miring

  • Perjodohan: Suami Dinginku Sangat Hot!   4. Pertemuan

    Kaizen menatap mamanya dengan ekspresi flat, tetapi dengan sorot mata yang intens. Dia diam cukup lama untuk mempertimbangkan sesuatu hingga pada akhirnya mengangukkan kepala sebagai tanda setuju. Naia tiba-tiba membalik tubuh, wajah galaknya langsung hilang, bersama dengan senyuman senang yang m

  • Perjodohan: Suami Dinginku Sangat Hot!   3. Nikahi Dia, Kaizen!

    Di sisi lain, Aluna yang panik langsung bersembunyi dalam selimut. Sedangkan wanita yang masuk ke kamar ini, tiba-tiba saja berlari keluar. Di dalam selimut, Aluna mencoba menangkan diri. Namun melihat pria di sebelahnya hanya mengenakan celana pendek, Aluna semakin panik. Rasa paniknya lebih tak

  • Perjodohan: Suami Dinginku Sangat Hot!   2. Malam Panjang

    Kaizen segera memeriksa mobilnya, mencari keberadaan sumber suara tersebut. Saat Kaizen menoleh ke belakang mobil, dia tidak menemukan apapun. "Sssst … mmm …." Akan tetapi suara itu jelas dari arah jok belakang. Kaizen memutuskan lebih teliti memeriksa, membuka pintu jok belakang untuk melihat

More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status