"Sejak kecil, Woi!" ungkap Kaina pada akhirnya sambil menunjukkan ekspresi riang dan senang luar biasa. Sera menunjukkan ekspresi kaget campur senang. Namun, detik berikutnya dia meraih bantalan sofa lalu melemparnya ke arah Kaina. "Kan apa kubilang? Kak Eiren itu suka sama kamu!" "Ahahaha … mana kutahu! Orang kami jarang berinteraksi," ucap Kaina sambil tertawa cukup kencang. "Itu kan gara-gara kamu, Rojali! Kamunya yang … Kak Eiren dekat dikit sama kamu, kamunya langsung pindah. Ya … gimana mau berinteraksi, kamu saja menciptakan jarak." omel Sera, sesuai dugaan Kaina. "Ehehehe … udalah jangan dibahas. Malu," ucap Kaina cengengesan sambil menggaruk pipi. Tak lama, Aluna dan Kaizen datang. "Halo, putriku-putriku," sapa Aluna sambil duduk di sofa kosong, di susul oleh suaminya yang memilih duduk di sebelahnya. "Hai, Mom." Kaina dan Sera balas menyapa dengan ramah. "Gimana kencannya, Mom? Seru nggak?" tanya Kaina manis, dia senyum pada mommy akan tetapi menatap
Read more