Lagipula rasanya sangat kekanak-kanakan jika Inggita tak mengangkat telepon Raigen. Bukankah jika ada masalah, sebaiknya diselesaikan waktu itu juga? Pada akhirnya, setelah mengumpulkan keberanian dan setelah melepas kacamatanya, Inggita mengangkat panggilan Raigen yang ke-7. "Ada apa, Pa-Mas?" tanya Inggita pelan, mencoba tak mengingat video dan foto saat suaminya berpelukan dengan Shela. 'Kau sudah sampai di rumah Paman dan Bibi, Sweetheart?' tanya Raigen lembut dan hangat. 'Perjalanmu baik-baik saja, Hum?'Jika saja Inggita tak melihat foto dan video itu, pasti saat mendengar suara lembut ini Inggita akan tersentuh dan salah tingkah. Namun, sekarang rasanya berbeda. Hatinya sakit, ngilu, dan kecewa. Nada hangat dan tulus ini paslu! 'Yang asli di penjara.' batin Inggita, miris tetapi mencoba mengejek untuk menghibur. "Aku baik-baik saja, Mas. Aku juga sudah sampai, barusan sampai," jawab Inggita pelan, tak memperlihatkan rasa sakit di hatinya. 'Suaramu terdengar serak dan pel
Read More