"Sepertinya lebih menyenangkan jika kita di ranjang," ucap Elzeren tiba-tiba, menggendong Kaina lalu membawa istrinya ke atas ranjang. "Mas Eiren!" Kaina langsung menatap penuh peringatan pada Elzeren. Dia sangat hapal apa yang ada di kepala pria ini. "Hanya sebentar, Janu. Toh kita dilarang ke luar dari kamar ini. Jadi lebih baik kita bersenang-senang di sini," ujar Elzeren, sudah membaringkan Kaina di atas ranjang, "aku tahu kau bosan, KaiKu." "Ingat, aku lagi hamil, Mas." Kaina tak terlalu menanggapi ucapan suaminya. "Tentu saja aku ingat, Janu." Elzeren tiba-tiba menyunggingkan smirk tipis, "aku bahkan ingat cara membuatmu hamil." "Mas gila yah," horor Kaina, melotot shock pada Elzeren yang … demi Tuhan! Mesumnya semakin mesum sejak Kaina hamil. "Humm." Elzeren menganggukkan kepala secara pelan, terus melucuti pakaian istrinya, "dan Daddy Zen bilang, aku harus semakin gila padamu, Janu." "Ajaran sesat itu!" protes Kaina, 'Ck, si pria dingin itu lagi.' batinnya, c
Read more