"Anda benar-benar pria yang luar biasa, Dewa. Saya tidak pernah merasakan yang seperti ini sebelumnya," bisik Widya dengan suara lemas.'Lah, seriusan? Masa sih, janda kaya seperti dia gak pernah main sama cowok lain. Dia kan udah punya si Leo-Leo itu,' batin Dewa heran sekaligus bangga karena sudah memuaskan Widya."Benarkah?" Tanya Dewa berusaha tenang, meskipun dalam hatinya, ia ingin terus mendengar pujian dari wanita itu. Hanya di atas ranjang, ia bisa percaya diri sepenuhnya.Widya hanya mengangguk sebagai jawaban.Kamar mewah itu mendadak sunyi.Aroma melati yang manis kini bercampur dengan bau maskulin khas pria. Di atas ranjang, sprei sutra sudah berantakan, saksi bisu pergulatan hebat yang baru saja usai.Widya masih berbaring miring. Ia menyangga kepalanya dengan tangan, matanya terpaku pada punggung tegap Dewa yang duduk di tepi ranjang. Dengan posisi begitu, Dewa masih bisa merasakan gesekan payudara Widya di kulitnya.'Gila, dadanya gede banget sampe lumer di lenganku.
Baca selengkapnya