Hantaman telak itu membuat seluruh tubuh Niskala bergetar hebat di bawah kungkungan Dewa. Liang hangatnya menjepit milik Dewa dengan sangat ketat, memberikan sensasi jepitan yang luar biasa nikmat sekaligus mematikan.Dewa mengerang berat, mulai menggerakkan pinggulnya dengan tempo yang cepat dan bertenaga. Setiap tusukannya dalam dan menghunjam, membuat sofa panjang di ruang tengah itu berderit halus.Bugh! Bugh!Niskala mencengkeram bahu kekar Dewa semakin erat. Mulutnya tidak berhenti mendesah parau, menikmati kebrutalan pria di atasnya. "Ah... Dewa... emmh... terus..."Namun, kenyamanan itu tidak bertahan lama. Baru beberapa belas kali Dewa melayangkan hentakan kuat, tiba-tiba—Deg!Jantung Dewa berdenyut dengan ritme yang sangat aneh. Bukan denyutan sakit seperti di pelabuhan tadi siang, melainkan rasa kosong yang teramat sangat, seolah-olah ada sebuah lubang hitam yang mendadak tercipta di dalam jiwanya dan mulai menyedot seluruh kesadarannya.Whuushh!Hawa dingin yang pekat men
اقرأ المزيد