"Syarat? Katakan saja, nona. Aku pasti akan memenuhi syarat itu," ucap Dewa percaya diri.Selly mendongak. Matanya menatap tajam mata Dewa, mencoba menahan rasa gugup. Bibir merahnya melengkung tipis."Aku dengar namamu 'Dewa'? Dewa, aku gak tahu apa niat dan tujuan mu mencariku, tapi kamu harus menemaniku malam ini di ruangan pribadi," ucap Selly menantang. Suaranya serak dan berat. "Aku mau lihat kemampuan pria yang punya aura semenakutkan ini."Dewa menyeringai. Ia tidak menjawab dengan kata-kata.Tangan kanan Dewa langsung menyusup ke bawah lipatan lutut Selly, sementara tangan kirinya mencengkeram punggung mulus wanita itu. Dengan satu gerakan kuat, Dewa mengangkat tubuh montok Selly."Kyaa!" Selly memekik pelan. Kedua lengannya reflek mengalung erat di leher Dewa."Tunjukkan di mana kamarnya.""Ah, di sudut ruangan itu," ucap Selly sambil menunjuk ke arah sudut ruangan di sana.Dua payudara jumbo Selly yang tanpa bra langsung menekan dada Dewa, membal padat saat Dewa melangkah l
Baca selengkapnya