Dewa tidak bisa menahan amarahnya lagi. Ancaman Niskala beneran membakar emosinya, dan janda kaya di pangkuannya ini harus menjadi pelampiasan dari kekesalan tersebut. Tatapan mata Dewa berubah menjadi sangat liar dan penuh kilat dominasi yang kejam."Kamu mau aku sentuh sekarang, hah? Sini, lihat seberapa kuat kamu menahan ini, jalang," umpat Dewa dengan suara berat yang sangat kasar.Sebelum Widya sempat menjawab, Dewa langsung membungkam bibir tipis janda kaya itu dengan lumatan yang kasar dan menuntut. Dewa memagutnya tanpa ampun, membiarkan lidahnya menerobos masuk dengan paksa, mengabsen seluruh rongga mulut Widya hingga air liur mereka terputus di udara."Mmphhh! Ahhnn," lenguh Widya pasrah.Tangan kekar Dewa bergerak secepat kilat. Ia tidak lagi bermain lambat. Kedua tangannya langsung mencengkeram sepasang payudara jumbo Widya yang menggantung polos di depan dadanya. Dewa meremas gundukan kenyal itu dengan sangat kasar, menekan jemarinya hingga tenggelam dalam ke permukaan k
Baca selengkapnya