分享

Bab 78

作者: Mumu Mooi
last update publish date: 2026-06-24 19:18:15

“Kalian dari mana?”

Aluna dan Pak Beni yang baru saja menginjakkan kaki di dalam rumah selepas menikmati jalan-jalan pagi seketika menghentikan langkah. Mereka langsung disambut oleh pertanyaan dari Ragil, yang ternyata sudah duduk santai di ruang makan dan baru saja menyelesaikan sarapan paginya. Pria itu menatap keduanya dengan tatapan menilai yang sulit diartikan.

“Aku tadi ikut Ayah jalan-jalan pagi keliling kompleks, Mas. Menghirup udara segar,” jawab Aluna sembari melangkah mendekat, lalu
在 APP 繼續免費閱讀本書
掃碼下載 APP
已鎖定章節

最新章節

  • Maaf, Kurebut Istrimu!   Bab 80

    Sepanjang hari, Aluna sama sekali tidak menghantui suaminya dengan pertanyaan-pertanyaan yang menuntut seputar janji memo pemindahan Anggun. Kali ini ia sengaja memilih untuk diam. Ia hanya ingin melihat dan menguji bagaimana keseriusan Ragil dalam memenuhi janji manis yang diucapkan pria itu di atas ranjang semalam.Namun harapan tinggi yang sempat disusun Aluna ternyata tidak selalu tersampaikan dengan indah. Nyatanya, realitas kembali menamparnya dengan keras.Ragil bersikap biasa saja sepanjang hari, seolah-olah tidak pernah ada janji yang harus ia tepati hari itu. Pria itu tidak mengirim pesan berisikan laporan jika janjinya telah ia tunaikan. Bahkan malam ini pria itu pulang sangat terlambat, melampaui batas wajar hingga membuat Aluna yang kelelahan menanti akhirnya tertidur duluan di atas sofa kamar.“Kamu tidur duluan saja malam ini. Aku masih harus lembur di kantor karena ada berkas proyek yang harus diselesaikan.”Barisan kata dalam pesan singkat yang dikirim oleh Ragil seki

  • Maaf, Kurebut Istrimu!   Bab 79

    Aluna yang berencana akan ke kantor untuk memastikan tentang posisi Anggun harus membatalkannya. Efek tidak tidur tadi malam baru ia rasakan di pagi hari, hingga akhirnya ia tertidur dan tidak mengetahui kapan ayahnya berangkat ke bandara. Selain melewatkan kepergian sang ayah, Aluna juga melewatkan sarapannya.ART yang mengantarkan makanannya tadi pagi terpaksa kembali turun membawa sarapannya sebab Aluna yang tak kunjung membuka pintu. Akibatnya kini perut Aluna memberontak, meminta untuk segera diisi.Sebelum turun ke lantai bawah, Aluna segera membersihkan dirinya yang belum sempat ia lakukan tadi. Hanya dengan waktu setengah jam Aluna akhirnya keluar dari kamar.“Mbak…” panggil Aluna pada ART nya dengan sedikit berteriak.“Iya, Non.” Dengan setengah berlari, seorang pekerja wanita yang berumur empat puluh tahunan menghampiri Aluna.“Mau makan dong,” pinta Aluna.“Baik, Non. Tunggu sebentar, ya. Makan siangnya sebentar lagi siap.” ART itu membalikkan tubuhnya, namun baru beberapa

  • Maaf, Kurebut Istrimu!   Bab 78

    “Kalian dari mana?”Aluna dan Pak Beni yang baru saja menginjakkan kaki di dalam rumah selepas menikmati jalan-jalan pagi seketika menghentikan langkah. Mereka langsung disambut oleh pertanyaan dari Ragil, yang ternyata sudah duduk santai di ruang makan dan baru saja menyelesaikan sarapan paginya. Pria itu menatap keduanya dengan tatapan menilai yang sulit diartikan.“Aku tadi ikut Ayah jalan-jalan pagi keliling kompleks, Mas. Menghirup udara segar,” jawab Aluna sembari melangkah mendekat, lalu mendudukkan diri di kursi kosong tepat di samping suaminya.Napasnya sedikit memburu akibat aktivitas fisik tadi. Ia meraih sebuah gelas kaca kosong di atas meja, mengisinya dengan air putih dari teko kaca, lalu meminumnya dengan cepat hingga tandas tak bersisa untuk membasahi tenggorokannya yang kering.Ragil menurunkan cangkir kopinya perlahan, matanya beralih meneliti penampilan Aluna dari ujung kepala hingga ujung kaki.“Kamu tidak lelah? Kondisi kandunganmu kan masih sangat muda, Luna. Har

  • Maaf, Kurebut Istrimu!   Bab 77

    Paginya Aluna turun ke lantai bawah dengan langkah gontai. Setelah melihat nama Anggun yang menghubungi suaminya di waktu yang tidak wajar, mata Aluna tidak bisa kembali terpejam hingga matahari terbit. Sebelum Ragil terbangun, Aluna memutuskan untuk lebih dulu turun setelah menyiapkan pakaian kerja Ragil. Aluna juga sudah memutuskan untuk pura-pura tidak tahu dan akan bersikap biasa sampai mendapatkan jawaban yang pasti.Aluna duduk di ruang tengah, memainkan ponselnya. Ia membuka aplikasi OTT, menonton serial drama yang diadaptasi dari novel. Aluna berusaha mengalihkan kegelisahan di hatinya, demi bayi yang dikandungnya ini.Entah bagaimana nasib pernikahannya dengan Ragil nantinya, wanita ini akan tetap fokus dengan kehamilan nya. Aluna ingat dengan kata-kata Dirga kemarin.“Kamu sudah lupa bagaimana bahagianya kamu saat mendengar detak jantung bayi itu pertama kali kemarin saat pemeriksaan dokter? Kamu lupa bagaimana perjuanganmu menahan semua mual demi mempertahankan dia?”Kalima

  • Maaf, Kurebut Istrimu!   Bab 76

    Aluna membuka matanya yang terasa berat. Hal pertama yang tertangkap oleh indra penglihatannya sebelum tersadar sepenuhnya adalah langit-langit kamar yang temaram, dan dirinya dirinya berada di dalam dekapan erat Ragil. Pria itu masih terlelap pulas dalam kondisi belum berpakaian, menyisakan sisa-sisa kehangatan dari pergulatan intim yang mereka lalui beberapa jam lalu.Dengan gerakan yang teramat pelan dan hati-hati, Aluna berusaha melepaskan diri dari kungkungan lengan kekar Ragil. Kandung kemihnya terasa penuh, mendesaknya untuk segera buang air kecil. Ragil sempat melenguh pelan dan bergerak sedikit akibat pergeseran tubuh Aluna, namun sedetik kemudian pria itu hanya memutar arah tidurnya hingga kini posisi tubuhnya memunggungi Aluna.Aluna bergegas melangkah menuju kamar mandi, menutup pintunya rapat-rapat tanpa menimbulkan suara. Setelah menyelesaikan hajatnya, ia berdiri di bawah guyuran air hangat untuk sekalian membersihkan sisa-sisa percintaan mereka sore tadi. Rasa lelah fi

  • Maaf, Kurebut Istrimu!   Bab 75

    Wajah Ragil tampak begitu kusut. Setelan kemeja kerja mahalnya sudah berantakan dengan kancing atas yang terbuka, sedangkan dasinya pun sudah terlepas dan tergeletak sembarangan di lantai dekat ranjang. Pria itu tampak seperti seseorang yang baru saja kehilangan arah.Aluna yang masih berdiri mematung dengan sepasang mata membelalak sempurna di ambang pintu. Belum sempat ia mencerna apa yang terjadi ketika Ragil melangkah lebar dan langsung memeluk erat tubuhnya. Ragil mendekap Aluna begitu kencang, menenggelamkan wajahnya di ceruk leher sang istri, seolah-olah dirinya sedang ketakutan yang akan kehilangan wanita itu dari hidupnya.“Mas…” lirih Aluna. Kedua tangannya menggantung kaku di udara dan tampak ragu untuk membalas dekapan tersebut.“Kamu dari mana saja? Aku sudah menunggu kamu di sini dari tadi, Luna,” bisik Ragil dengan suara yang serak dan bergetar tepat di telinga Aluna.Dahi Aluna mengernyit di balik dekapan hangat pria itu. Ia benar-benar tidak habis pikir melihat peruba

  • Maaf, Kurebut Istrimu!   Bab 30

    Pusat perbelanjaan itu cukup ramai di siang hari. Aluna dan Ririn berjalan santai menyusuri deretan toko di lantai dua sambil sesekali berhenti melihat barang-barang yang menarik perhatian mereka.“Aku heran deh,” gumam Ririn sambil melirik beberapa kantong belanja di tangan Aluna. “Baru hamil dua

  • Maaf, Kurebut Istrimu!   Bab 28

    Di dalam kamarnya, Aluna duduk gelisah di sofa dekat jendela. Jemarinya saling mengait erat di atas pangkuan, dan bergerak tidak tenang sejak tadi. Pikirannya masih dipenuhi ucapan Pak Beni di meja makan tadi.“Ragil bilang kalau kamu susah hamil. Tapi ini kamu hamil.”Kalimat itu terus terngiang d

  • Maaf, Kurebut Istrimu!   Bab 26

    Dua bulan usia kandungannya berjalan, kondisi Aluna masih belum benar-benar membaik. Mual di pagi hari masih sering datang, bahkan terkadang sampai membuat tubuhnya lemas seharian. Seperti pagi itu saat waktunya sarapan di akhir pekan, Aluna duduk di meja makan sambil memandangi semangkuk sup hanga

  • Maaf, Kurebut Istrimu!   Bab 24

    “Kalian untuk sementara tinggal disini saja,” kata Pak Beni saat makan malam telah usai dan mereka berkumpul di ruang tengah.“Di rumah ini ramai yang akan memantau Aluna. Kalau disana cuma ada Mbak Jum,” sambung Pak Beni.“Nggak apa-apa, Yah. Kami masih disana aja,” jawab Ragil.“Kamu itu juga jar

更多章節
探索並免費閱讀 優質小說
GoodNovel APP 免費暢讀海量優秀小說,下載喜歡的書籍,隨時隨地閱讀。
在 APP 免費閱讀書籍
掃碼在 APP 閱讀
DMCA.com Protection Status