Ruang sempit di dalam pesawat kargo Aegis-01 berubah menjadi arena gladiator modern. Pertempuran antara Juno dan Seraphina bukan lagi sekadar adu kekuatan, melainkan benturan dua ideologi, teknologi dingin melawan gairah hidup yang membara. Suara logam yang beradu memenuhi lorong sempit pesawat, menciptakan simfoni kehancuran yang mengerikan. Setiap kali cakar Juno menghantam pedang plasma Seraphina, percikan listrik biru meledak, membakar karpet koridor dan menyisakan bau ozon yang tajam. Seraphina, yang terbungkus dalam zirah bionik Exosuit peraknya, bergerak dengan presisi mekanis. Setiap serangannya dikalkulasi oleh kecerdasan buatan, mencari celah di antara pertahanan Juno yang brutal. "Kau hanyalah kegagalan biologis yang beruntung, Juno!" teriak Seraphina melalui modulator suaranya yang dingin. Ia mengayunkan pedangnya dalam gerakan melingkar, memaksa Juno mundur beberapa langkah. "Klanmu hanyalah sejarah yang terlupakan, dan aku adalah masa depan!" Juno tidak membal
Read more